Selamat Datang dan Semoga Bermanfaat STIKES Sarana Sistem Informasi Kesehatan: September 2011
Custom Search

Selasa, 27 September 2011

Uraian tugas Jabatan dalam Struktur Organisasi Keperawatan di Ruang Rawat Inap


Tugas dalam keperawatan di unit keperawatan ruangan dapat diuraikan sebagai berikut:

I. KEPALA RUANGAN
-          Operan pasien
-          Menghadiri rapat
-          Mengatur dan mengendalikan kegiatan organisasi.
-          Mengawasi dan melaksanakan program RS
-          Membimbing, melaksanakan, mengawasi dokumen medik
-          Membimbing, melaksanakan, mengawasi catatan Keperawatan.
-          Mengawasi dan menilai pelaksanaan Tim Keperawatan berdasarkan rencana perawat.
-          Mengawasi dan meneliti pemberian obat.
-          Menciptakan lingkungan ABCD
-          Merencanakan kebutuhan sarana
-          Memelihara hubungan yangt harmonis dengan bawahan dan institut RS yang terkait.
-          Mengawasi dan meneliti permintaan dan pemberian obat-obatan.
-          Mendampingi visite besar.
-          Mengadakan pertemuan berkala
-          Membuat DP3
-          Mengembangkan pengetahuan / keterampilan karyawan
-          Melaksanakan pengelolaan administrasi obat-obatan dan membuat laporan
-          Melaksanakan supervisi dan tugas pengamat
-          Mengatur cuti, izin, pindah keluar dan kenaikan pangkat.
-          Menyimpan data ,  kondite
-          Mendelegasikan sebagian tugas kepada Wakil I dan Wakil II.
-          Menunjang program pendidikan
-          Menunjang tugas koordinator siaga.
II. TATA  USAHA  :

-          Melaksanakan pencatatan data lengkap px : masuk, pulang, meninggal.
-          Melaksanakan pengiriman laporan harian dan direktur.
-          Membuat bon makanan, laporan harian dan kapasitet.
-          Membantu buat macam-macam data Kepegawaian.
-          Membuat perincian.

III. WAKIL  I  :

-          Operan pasien
-          Mewakili Kepala Ruangan
-          Membantu membimbing siswa/ mahasiswa
-          Melaksanakan program latihan/prosedur.
-          Membatu bawahan dalam menghadapi masalah dinas/pribadi
-          Menumbuhkan serta mempertahankan semangat kerja bagi karyawan.
-          Mengawasi dan membantu kelancaran pelaksanaan program medik
-          Menciptakan l;ingkungan ABCD.
-          Membuat dan melaksanakan Asuhan Keperawatan pada px.
-          Meneliti renpra dan catatan perawatan px.
-          Mengawasi dan meneliti pemberian obat-obatan dan makanan.
-          Bertanggung jawab dan membuat laporan pelaksnaan survailance Dalin.
-          Menciptakan disiplin kerja bagi karyawan dan iklim kerjasama yang baik.
-          Mengembangkan potensi profesional diri sendiri/bawahan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

IV. WAKIL  II  :

-          Operan pasien.
-          Mewakili Karu / Wakil I rapat.
-          Membantu   :
§ Mencatat dan melaporkan ti ndakan /reaksi pasien pada catatan perawat.
§ Membimbing dan menghadapi masalah bawahan dalam pekerjaan / pribadi.
§ Administrasi, pengelolaan obat-obatan dan membuat laporan.
§ Membuat dan melaporkan Asuhan Keperawatan.
§ Membuat perencanaan pengadaan sarana.
§ Menulis permintaan sarana dan obat-obatan.
§ Melaporkan kerusakan alat/sarana
§ Melakukan iventarisasi sarana
§ Menciptakan disiplin kerja bagi karyawan.
§ Menciptakan iklim kerjasama.
§ Menciptakan l;ingkungan ABCD
§ Mengatur cuti/Daftar Dinas.
§ Pembinaan karyawan.

V. PERAWAT PELAKSANA   :
  
- Memberikan pelayanan langsung dengan proses Keperawatan disertai Sentuhan Kasih Sayang (SKS)    :
§  Membatu Karu dalam penatalaksanaan Ruangan secara Administrasi
§ Mempersiapkan pasien untuk tindakan dalam menghadapi perwatan /pengobatan/diagnosis.
§ Mempertahankan keseimbangan kebutuhan fisik, mental, social, dan spiritual.
§ Melatih pasien untuk menolong dirinya sendiri, sesuai kemampuan.
§ Melaksanakan program medik.
   - Mengatur dan menyiapkan alat :
§ Menciptakan dan memelihara hubungan baik, antara perawat,pasien, keluarga, dokter dan team  lain.
§ Melaksanakan tugas dinas pagi, sore, malam, dan hari libur.
§ Menciptakan dan memelihara kebersihan dan keamanan.
§ Mendampingi dokter visite dan mencatat program.
§ Ikut menunjang program RS Pendidikan.
§ Menghadiri pertemuan ilmiah.
§ Melaporkan keadaan pasien.
§ Membuat laporan harian.
§ Serah terima pasien.
§ Memberikan PKMRS.

VI. PEKARYA  KESEHATAN     :

1.  Perawatan Dasar tidak langsung :
§ Memelihara Ruangan, menyiapkan,  merapihkan dan membersihkan tempat tidur.
§ Menyiapkan larutan desinfektan, Mencuci alat-alat dan mensterilkan.
§ Membersihkan ruangan, langit-langit, ventilasi, dinding pintu, jendela, K.mandi/WC, spoel hock dan lingkungan.
§ Membersihkan alat berpolitur, bercat, logam, kaca /jendela.
§ Melaksanakan tugas dapur, memelihara alat-alat tenun.
2.  Perawatan Dasar Langsung   :
§ Menmgukur S, N, RR, menolong BAB/BAK, Lavament.
§ Menerima pasien baru, mencukur px  yang akan operasi.
§ Memelihara kebersihan mulut, memandikan, merubah posisi.
§ Mnengantarkan konsul, memindahkan pasien, menyuap pasien
3.         Perawatan Dasar yang berhubungan dengan pengobatan, pemeriksaan fisik, penyuluhan, administrasi dasar Ruang Perawatan    :
§ Membantu mengambil/menerima obat-obatan dari farmasi.
§ Membantu menyiapkan/memberikan obat  minum pada pasien.
§ Membantu mengoleskan zalf, membalut luka, memasang/membuka gips.
§ Mengatur, menyimpan, mencatat penerimaan  s/d penggunaan obat-obatan.
§ Pemeriksaan fisik   :
·    Membantu menyiapkan pesan-pesan/obat-obat, membereskan alat penmeriksaan laboratorium.
·    Membantu menyiapkan alat-alat pemeriksaan, formulir, mengambil bahan pemeriksaan.
§ Penyuluhan    :
·    Membantu menyiapkan TT, peralatan pasien, pelaksanaan, penyuluhan sesuai pengetahuan, membereskan alat-alat.
§ Administrasi dasar  :
·    Membantu pencatatan registrasi pasien, pelaporan (Medikal Record).
·    Membantu pelaksnaan permintaan / penukaran barang iventaris sesuai jalur.

VII. PEKARYA  RUMAH TANGGA   :

        Perawatan dasar yang berhubungan dengan Perawat      :
1.      Melaksanakan pekerjaan  yang berhubungan dengan alat-alat tenun :
·    Mengambil hasil cucian, menghitung jenis dan jumlahnya.
2.      Mengambil / menerima kebutuhan alat-alat ruangan   :
·    Mengambil barang-barang/alat-alat kelogistik dan tugas lain sesuai ruangan.
3.      Memelihara kebersihan diluar ruangan   :
·    Menyapu, mengepel Galeray depan/samping, memeriksa got/kebun
4.      Tugas-tugas lain    :
·    Mengantar alat-alat yang rusak untuk diperbaiki ke IPS.
·    Membantu mengangkat alat-alat pasien (Contoh : Tempat Tidur).
5.      Memelihara kebersihan/keindahan  Ruangan dan Lingkungan :
·    Membersihkan K. Mandi, WC, Spoel hock, pintu dan jendela.
·    Membersihkan langit-langit, menyapu, mengepel.
6.      Melaksanakan pekerjaan Dapur    :
·    Mengambil, menyiapkan, menghidangkan makanan sesuai diet.
·    Membersihkan dapur dan alat-alatnya serta iventaris alat-alat dapur.

Konflik dan Cara Mengelolanya


Konflik dalam organisasi biasa dan sering terjadi dalam sebuah lembaga, konflik merupakan bagian dari dinamika sebuah organisasi. konflik bisa menjadi booom sekaligus juga sebagai benang perajut. karena dari sifat konflik ini maka lebih jelas, saya uraikan tentang beberapa hal terkait dengan masalah konflik dan manajemennnya.
Dalam teori konflik, pandangan terhadap konflik itu ada tiga. Pertama, pandangan tradisional yang menyatakan konflik tidak boleh ada lantaran akan berakibat tidak baik. Kedua, pandangan netral yang beranggapan bahwa konflik itu memang alami. Seandainya konflik itu muncul, seharusnya segera diselesaikan agar tidak mengganggu. Para ilmuwan social terbagi dalam persoalan apakah konflik sosial harus dipandang sebagai sesuatu yang rasional, konstruktif, dan berfungsi secara social, atau sesuatu yang irasional, patologis, dan tidak berfungsi secara social
Ketiga, pandangan modern yang beranggapan konflik seharusnya diciptakan karena dapat memajukan sistem. Saya memilih yang terakhir, bermain-main dengan manajemen konflik, tapi dengan keyakinan mendalam bahwa konflik yang kami ciptakan bermanfaat. 
Konflik menyebabkan terjadinya interaksi pada tataran yang lebih serius dari sekedar kompetisi. Meskipun konflik, kompetisi, dan kerjasama (cooperation) pada dasarnya saling berkaitan, konflik terjadi manakala tujuan, kebutuhan, dan nilai-nilai kelompok-kelompok yang bersaing bertabrakan.

Merumuskan Konflik
Beberapa Komponen Konflik
Aspek-aspek Positif dan Aspek-aspek Negatif Konflik
o   Konflik sebagai suatu kekuatan positif
o   Konflik sebagai suatu kekuatan negative

Tingkatan Konflik
o   Konflik antar pribadi
o   Konflik antar perorangan

Aneka macam gaya penanganan konflik
Riset tentang aneka macam gaya penanganan konflik:
o   Konflik Intra-Kelompok
o   Efek dari konflik intra kelompok atau proses kelompok
o   Efek proses kelompok atas konflik intra kelompok

Konflik Interkelompok
o   Perilaku di dalam kelompok
o   Hubungan-hubungan antara kelompok
o   Reaksi terhadap pilihan seorang pemenang

Konflik Intraorganisatoris
o   Konflik vertical
o   Konflik horizontal
o   Konflik garis-staf
o   Konflik peranan

Me-manage Konflik
o   Metode-metode struktural untuk mengurangi konflik
o   Dominasi posisi
Tindakan "Decoupling" (melepaskan ikatan)
o   Konsensus

Konfrontasi
o   Negosiasi
o   Konsultasi pihak ketiga

Mempromosi Konflik Kognitif
o   Penyelidikan dialektikal
o   Metode "penasihat setan" (The Devil's Advocate Method)

Konflik, Persaingan dan Kerja Sama
o   Pandangan yang berubah tentang Konflik
o   Konflik fungsional dan konflik disfungsional
o   Tipe-tipe konflik
o   Sumber-sumber konflik organisatoris

Dinamika dan Konsekuensi-konsekuensi Konflik Organisatoris
o   Dinamika konflik: ketidaksepakatan terhadap antagonisme

Metode-metode untuk Memanaje Konflik
o   Metode-metode untuk merangsang konflik
o   Sejumlah saran untuk merangsang timbulnya konflik
o   Metode-metode untuk mengurangi konflik

Metode-metode penyelesaian konflik
o   Dominasi dan Penekanan
o   Kompromis
o   Pemecahan problem integrative

Persoalan perubahan (Change)
o   Mengapa perubahan, demikian penting
o   Perubahan sebagai suatu proses
o   Perubahan dan reaksi manusia
o   Mengevaluasi perubahan yang terjadi

Reaksi terhadap perubahan yang terjadi
o   Penolakan
o   Toleransi
o   Penerimaan (Acceptance)

Tindakan manajerial
o   Tentangan terhadap perubahan
o   Menganalisis situasi perubahan
o   Persoalan konflik

Bentuk-bentuk konflik internal
o   Frustasi
o   Konflik Tujuan
o   Konflik organisatoris
o   Konflik yang dilembagakan
o   Konflik yang tampil ke permukaan (Emergent Conflict)
Konflik organisatoris formal dan konflik organisatoris inf
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...