Selamat Datang dan Semoga Bermanfaat STIKES Sarana Sistem Informasi Kesehatan
Custom Search

Selasa, 11 Desember 2012

Perencanaan di Ruang MPKP


A.     Pendahuluan

Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa mendatang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Siagian, 1990). Perencanaan dapat juga diartikan sebagai suatu rencana kegiatan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana kegiatan itu dilaksanakan, dimana kegiatan itu dilakukan. Sehingga perencanaan yang matang akan memberi petunjuk dan mempermudah dalam melaksanakan suatu kegiatan. Dalam suatu organisasi perencanaan merupakan pola pikir yang dapat menentukan keberhasilan suatu kegiatan dan titik tolak dari kegiatan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Kegiatan perencanaan dalam praktek keperawatan profesional merupakan upaya meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan sehingga mutu pelayanan bukan saja dapat dipertahankan tapi bisa terus meningkat sampai tercapai derajat kepuasan tertinggi bagi penerima jasa pelayanan keperawatan dan  pelaksana pelayanan itu sendiri. Dengan demikian sangat dibutuhkan perencanaan yang profesional juga.

Jenis-jenis perencanaan terdiri dari rencana jangka panjang, rencana jangka menengah dan rencana jangka pendek. Perencanaan jangka panjang disebut juga perencanaan strategis yang disusun untuk 3 sampai 10 tahun.  Perencanaan jangka menengah dibuat dan  berlaku 1 sampai 5 tahun. Sedangkan perencanaan jangka pendek dibuat satu jam sampai dengan satu tahun. Hirarki dalam perencanaan terdiri dari perumusan visi, misi, filosofi, peraturan, kebijakan, dan prosedur (Marquis & Houston, 1998).

Kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP meliputi perumusan visi, misi, filosofi dan kebijakan. Sedangkan untuk jenis perencanaan yang diterapkan adalah perencanaan jangka pendek yang meliputi rencana kegiatan harian, bulanan dan tahunan.

B.     Tujuan MPKP
C.     Visi Di Ruang MPKP
D.     Misi Di Ruang MPKP
E.     Filosofi di Ruang MPKP
F.      Kebijakan di ruang MPKP
“Staf MPKP bertugas  berdasarkan SK”
G.     Rencana Jangka Pendek di Ruang MPKP
Tabel I.1. Rencana Harian Kepala Ruangan
Waktu

Kegiatan

Keterangan
07.00
Operan
Pre conference (jika jumlah tim lebih dari 1), mengecek SDM dan sarana prasarana.

08.00
Mengecek kebutuhan pasien (pemeriksaan, kondisi dll)

09.00
Melakukan interaksi dengan pasien baru atau pasien yang memerlukan perhatian khusus

10.00
Melakukan supervisi pada ketua tim/perawat pelaksana
Perawat 1 :………………………..(nama)
……………………………………(tindakan)
Perawat 2 :………………………..(nama)
……………………………………(tindakan)
Perawat 3 :………………………..(nama)
……………………………………(tindakan)

11.00
Hubungan dengan bagian lain terkait rapat-rapat terstruktur/insidentil

12.00
Mengecek ulang keadaan pasien, perawat, lingkungan yang belum teratasi
Ishoma

13.00
Mempersiapkan dan merencanakan kegiatan asuhan keperawatan untuk sore, malam dan esok hari sesuai tingkat ketergantungan pasien
Mengobservasi post conference

14.00
Operan

Tabel I.2. Rencana Harian Ketua Tim
Waktu
Kegiatan
Keterangan
07.00
Operan
Pre conference (jika jumlah anggota tim lebih dari 1 orang)
Membimbing makan dan memberi obat pasien

08.00
Pasien 1…………………………(tindakan)
Pasien 2…………………………(tindakan)
Pasien 3…………………………..(tindakan)

09.00
Supervisi perawat (dapat diatur sesuai kondisi dan kebutuhan)
Perawat 1.......................................(nama)
…………………………………..(tindakan)
Perawat 2.......................................(nama)
.......................................................(tindakan)

10.00
Memimpin Terapi Aktivitas Kelompok

11.00
Pasien 1…………………………(tindakan)
Pasien 2…………………………(tindakan)
Pasin 3…………………………..(tindakan)

12.00
Membimbing makan dan memberi obat pasien
Ishoma

13.00
Post conference dan menulis dokumentasi 
Memeriksa kelengkapan dokumentasi askep
Alokasi pasien sesuai dengan perawat yang dinas

14.00
Operan

Tabel I.3. Rencana Harian Perawat Pelaksana
Waktu
Kegiatan
Ket
07.00
14.00
21.00
Operan
Pre conference (jika 1 tim lebih dari 1 orang)
Membimbing makan dan memberikan obat (dinas pagi)

08.00
15.00
22.00
Pasien 1……………………………(tindakan)
Pasien 2……………………………(tindakan)
Pasien 3……………………………(tindakan)

09.00
16.00
23.00
Pasien 4……………………………(tindakan)
Pasien 5……………………………(tindakan)
Pasien 6……………………………(tindakan)

10.00
17.00
24.00
Pasien 1……………………………(tindakan)
Pasien 2……………………………(tindakan)
Pasien 3……………………………(tindakan)

11.00
18.00
05.00
Pasien 4……………………………(tindakan)
Pasien 5……………………………(tindakan)
Pasien 6……………………………(tindakan)

12.00
19.00

Membimbing makan dan memberi obat pasien
Istirahat

13.00
20.00
06.00
Post Conference (jika tim lebih dari satu orang) dan dokumentasi askep

14.00
21.00
07.00
Operan


Tabel I.4. Dokumentasi Pembuatan Rencana Harian (RH) Perawat

No

Nama Perawat
Bulan :
1
2
3
4
5
6
7



30
Jml
%
1
Ali
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
9
100
2
Adi
-
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
9
90
3
Ani
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
9
100
4
Ami
0
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
8
100
5
Aki
-
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
9
90
6
Bona
0
Ö
Ö
Ö
-
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
8
88,9
7
Buni
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
9
100
8
Buri
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
9
100

  1. Rencana bulanan
Tabel I.5. Rencana Bulanan Kepala Ruangan

 

RENCANA KEGIATAN BULANAN KEPALA RUANGAN MPKP

Bulan  : ______________________

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu
1
Rapat Rgn
LapBul

2
Supervisi
Katim
3
Audit dok
4
Supervisi PA
5
Audit dok
6
Penkes Klp Klg
7
8
Rapat koord

9
Supervisi
Katim


10
Audit dok
11
Supervisi PA
12
Audit dok
13
Case Conf
14
15


16
Supervisi Katim

17
Audit dok
18
Supervisi PA
19
Audit dok
20
Penkes Klp Klg
21
22
Menyusun jadwal Dinas

23
Supervisi Katim



24
Audit dok
25
Supervisi PA
26
Audit dok
27
Case Conf
28
29
Rapat Koord

30
Supervisi Katim


31
Audit dok




Mengetahui
Kepala Ruangan



( ……………………..)
Tabel I.6. Rencana Bulanan Ketua Tim
 RENCANA KEGIATAN BULANAN KETUA TIM MPKP
Bulan  : ______________________
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
1
Rapat Ruangan
2
Supervisi PA
3
Supervisi PA
4
Supervisi PA
5
Supervisi PA
6
Case Conf
Penkes Klg
7
8
Alokasi pasien

9
Supervisi PA
10
Supervisi PA
11
Supervisi PA
12
Supervisi PA
13
Case Conf
Penkes Klg
14
15
Alokasi pasien

16
Supervisi PA
17
Supervisi PA
18
Supervisi PA
19
Supervisi PA
20
Case Conf
Penkes Klg
21
22
Menyusun jadwal dinas Tim
23
Supervisi PA
24
Supervisi PA
25
Supervisi PA
26
Supervisi PA
27
Case Conf
Penkes Klg
28
29
Menyusun Laporan Tim
30
Koordinasi dg Katim menyusun Lap Bln
31
Menyusun Laporan Bulanan




Ketua Tim                                                                                          Kepala Ruangan

( ……………………..)                                                                        ( ………………………)
  1. Rencana tahunan


Setelah mengikuti pelatihan MPKP diharapkan perawat mampu:
1.      Merumuskan visi ruang MPKP
2.      Merumuskan misi ruang MPKP
3.      Merumuskan filosofi ruang MPKP
4.      Memahami kebijakan ruang MPKP
5.      Menyusun perencanaan jangka pendek yang meliputi rencana harian, bulanan dan tahunan


Visi adalah pernyataan singkat yang menyatakan mengapa organisasi itu dibentuk serta tujuan organisasi tersebut. Visi perlu dirumuskan sebagai landasan perencanaan organisasi.
Contoh visi di Ruang MPKP RSMM Bogor adalah “Mengoptimalkan kemampuan hidup klien gangguan jiwa sesuai dengan kemampuannya dengan melibatkan keluarga.”


Misi adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan organisasi dalam mencapai visi yang telah ditetapkan.
Contoh  misi di Ruang MPKP di RSMM Bogor adalah “Memberikan pelayanan prima secara holistik meliputi bio, psiko, sosio dan spiritual dengan pendekatan keilmuan keperawatan kesehatan jiwa yang professional.”


Filosofi adalah seperangkat nilai-nilai yang mengakar dan menjadi rujukan semua kegiatan dalam organisasi dan menjadi landasan dan arahan seluruh perencanaan jangka panjang. Nilai-nilai dalam filosofi dapat lebih dari satu.

Beberapa contoh pernyataan filosofi :
Individu memiliki harkat dan martabat
Individu mempunyai tujuan tumbuh dan berkembang
Setiap individu memiliki potensi berubah
Setiap orang berfungsi holistik (berinteraksi dan bereaksi terhadap lingkungan)


Kebijakan adalah pernyataan yang menjadi acuan organisasi dalam pengambilan keputusan.

Contoh kebijakan di ruang MPKP RSMM Bogor:
“Kepala Ruangan MPKP dipilih melalui fit and proper test”



Rencana jangka pendek yang diterapkan di ruang MPKP terdiri dari rencana harian, bulanan dan tahunan.
1.       Rencana harian
Rencana harian adalah  kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perawat sesuai dengan perannya masing-masing, yang dibuat pada setiap shift. Isi kegiatan disesuaikan dengan peran dan fungsi perawat. Rencana harian dibuat sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan dan pre conference.

a.       Rencana harian kepala ruangan
Isi rencana harian Kepala Ruangan meliputi:
·         Asuhan keperawatan,
·         Supervisi Katim dan Perawat pelaksana
·         Supervisi tenaga selain perawat dan kerja sama dengan unit lain yang terkait.
Contoh Rencana Harian Kepala Ruangan dapat dilihat pada Tabel I.1.

Nama               :                                   Ruangan:                     Tanggal:
Jumlah perawat:                                  Jumlah pasien:

b.                              Rencana Harian Ketua Tim
Isi rencana harian ketua tim adalah:
·      Penyelenggaraan asuhan keperawatan pasien pada tim yang menjadi tanggung jawabnya
·      Melakukan supervisi perawat pelaksana
·      Kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan lain.
·      Alokasi pasien sesuai perawat yang dinas
Contoh Rencana Harian Ketua Tim dapat dilihat pada Tabel I.2.










Nama   Perawat:                                  Ruangan:                     Tanggal:
Nama pasien:
1. ________________                                                4. ______________
2. ________________                                                5. ______________
3. ________________                                                6. ______________


c.                              Rencana Harian Perawat Pelaksana
Isi rencana harian perawat pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian perawat pelaksana shif sore dan malam agak berbeda jika hanya satu orang dalam satu tim maka perawat tersebut berperan sebagai ketua tim dan perawat pelaksana sehingga tidak ada kegiatan predan post conference.

Contoh Rencana Harian Perawat Pelaksana dapat dilihat pada Tabel I.3.





Nama perawat            :                       Ruangan :                                Tanggal:
Nama pasien               :
1. _____________                              4. ___________________
2. _____________                              5. ___________________
3. _____________                              6. ___________________

d. Penilaian Rencana Harian Perawat
Untuk menilai keberhasilan dari perencanaan harian dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen jurnal rencana harian (Tabel I.4).

Setiap Ketua Tim mempunyai instrumen dan mengisinya setiap hari. Pada akhir bulan dapat dihitung presentasi pembuatan rencana harian masing-masing perawat.

Keterangan    (Ö )        Perawat membuat rencana harian
                        ( - )      Perawat tidak membuat rencana harian
                        ( 0 )     Perawat libur
Presentasi RH =            Jumlah RH yg dibuat                      x 100%
                           Jumlah hari dinas pd bulan tersebut

  1. Rencana Bulanan
a.       Rencana bulanan karu
Setiap akhir bulan Kepala Ruangan melakukan evaluasi hasil keempat pilar atau nilai MPKP dan berdasarkan hasil evaluasi tersebut kepala ruangan akan membuat rrencana tindak lanjut dalan rangka peningkatan kualitas hasil. Kegiatan yang mencakup rencana bulanan karu adalah:
·         Membuat jadual dan memimpin case conference
·         Membuat jadual dan memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga
·         Membuat jadual dinas
·         Membuat jadual petugas TAK
·         Membuat jadual dan memimpin rapat bulanan perawat
·         Melakukan jadwal dan memimpin rapat tim kesehatan
·         Membuat jadwal supervisi dan penilaian kinerja ketua tim dan perawat pelaksana
·         Melakukan audit dokumentasi
·         Membuat laporan bulanan
Contoh Rencana Bulanan Kepala Ruangan dapat dilihat pada Tabel I.5.

b.      Rencana bulanan ketua tim
Setiap akhir bulan ketua tim melakukan evaluasi tentang keberhasilan kegiatan yang dilakukan ditimnya. Kegiatan-egiatan yang mencakup rencana bulanan katim adalah:
·         Mempresentasikan kasus dalam case conference
·         Memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga
·         Melakukan supervisi perawat pelaksana

3. Rencana Tunan
    Setiap akhir tahun kepala ruangan melakukan evalusi hasil kegiatan dalam satu tahun yang dijadikan sebagai acuan rencana tindak lanjut serta penyusunan rencana tahunan berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup:
    ·         Menyusun laporan tahunan yang berisi tentang kinerja MPKP baik proses kegiatan (aktivitas yang sudah dilaksanakan dari 4 pilar praktek professional) serta evaluasi mutu pelayanan
    ·         Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.
    ·         Penyegaran terkait dengan materi MPKP khusus kegiatan yang masih rendah pencapaiannya. Ini bertujuan mempertahankan kinerja yang telah dicapai MPKP bahkan meningkatkannnya di masa mendatang
    ·         Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang karir perawat (pelaksana menjadi katim, katim menjadi karu), rekomendasi untuk melanjutkan  pendidikan formal, membuat jadual untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

    Senin, 10 Desember 2012

    Endokrin dan Permasalahannya

    Oleh Grup 6 Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless)yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untukmempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan"dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akanmenerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidakmemasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dankelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin(Jimmy Wales, 2008). Pankreas merupakan organ tubuh istimewa yang berfungsi ganda sebagaikelenjar eksokrin dan endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin pankreas membantudan berperan penting dalam sistem pencernaan dengan mensekresikan enzim-enzim pankreas seperti amilase, lipase dan tripsin. Sebagai kelenjar endokrin,pankreas dikenal dengan produksi hormon-hormon insulin dan glukagon yangberperan dalam metabolisme glukosa. Fungsi endokrin pankreas dilakukan olehpulau-pulau Langerhans yang tersebar di antara bagian eksokrin pankreas(Guyton, 1976; Greenspan dan Forsham, 1983; Sundler dan Hakanson, 1988). Dari hasil penelitian Sundler dan Hakanson (1988) dengan menggunakanelektron mikroskop dilaporkan bahwa pulau Langerhans berisi kurang lebih limajenis sel endokrin. Empat dari lima tipe tersebut adalah sel-sel ß, sel-sel , sel-selsomatostatin dan PP, yang dapat diketahui melalui respon dari hormon yangdikandungnya. Tipe sel kelima, disebut sel DI belum dapat diidentifikasi. Padapankreas manusia normal sel insulin berkisar 62% dari jumlah total sel di pulauLangerhans, glukagon 15%, PP 14%, somatostatin 9% dan DI kurang dari 1%(Sundler dan Hakanson, 1988). Pada babi jumlah sel glukagon berkisar antara 5-30% dari total sel di pulau Langerhans (Delmann, 1993). Pankreas merupakan organ penting dalam mengukur kadar glukosa darah.Hormon yang berperan dalam pengaturan kadar glukosa darah tersebut adalahinsulin yang disekresikan oleh sel beta dan glikogen yang disekresikan oleh sel alfa. Adanya senyawa kimia yang masuk kedalam tubuh dengan dosis tinggi dapatmenghancurkan sel-sel pulau langerhans. Kerusakan-kerusakan sel beta pulaulangerhans ini akan menyebabkan produksi insulin menurun. Dengan turunnyainsulin maka akan mengakibatkan hiperglikemia (Ganong, 1995). Menurut Pearce, S.A dan Wilson, L.L (1991), pengaturan kadar gula dipengaruhi oleh aktifitas hormon insulin, glikogen adrenalin. Insulin efektifmenurunkan kadar glukosa dalam darah dan hormon adrenalin membebaskancadangan glukosa sehingga kadar glukosa meningkat. Selain itu gula darah jugadipengaruhi oleh hati, pankreas, adenohipofisis dan adrenalin juga masihdipengaruhi oleh tiroid, kerja fisik dan faktor lainya seperti Hiperediter danImunologi.Konsentrasi glukosa dalam darah normal sebesar 50-100 mg/dl.Penyimpangan dari kadar normal dapat diakibatkan karena perubahan kecepatanoksidasi glukosa dan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Pada hewan, susunan topografi sel-sel endokrin tersebut adalah sebagaiberikut: sel-sel insulin berada di tengah-tengah, sel-sel glukagon dan sel PPberada di perifer atau di sepanjang tepi pulau Langerhans. Sedangkan sel-selsomatostatin menyebar di antara sel-sel glukagon, sel insulin serta sel PP (Sundlerdan Hakanson, 1988). Susunan ini ternyata berbeda pada spesies hewan yangberbeda (Grimelius, 1968) DISCUSSION A. Anatomi Pankreas Pankreas merupakan suatu organ berupa kelenjar dengan panjang dantebal sekitar 12,5 cm dan tebal + 2,5 cm (pada manusia). Pankreas terbentang dariatas sampai ke lengkungan besar dari perut dan biasanya dihubungkan oleh duasaluran ke duodenum (usus 12 jari), terletak pada dinding posterior abdomen dibelakang peritoneum sehingga termasuk organ retroperitonial kecuali bagian kecilcaudanya yang terletak dalam ligamentum lienorenalis. Strukturnya lunak danberlobulus. 1. Bagian Pankreas Pankreas dapat dibagi ke dalam: a. Caput Pancreatis, Berbentuk seperti cakram dan terletak di dalambagian cekung duodenum. Sebagian caput meluas di kiri dibelakang arteri dan vena mesenterica superior serta dinamakanProcessus Uncinatus. b. Collum Pancreatis Merupakan bagian pancreas yang mengecil danmenghubungkan caput dan corpus pancreatis. Collum pancreatisterletak di depan pangkal vena portae hepatis dan tempatdipercabangkannya arteria mesenterica superior dari aorta. c. Corpus Pancreatis Berjalan ke atas dan kiri, menyilang garis tengah. Pada potongan melintang sedikit berbentuk segitiga. d. Cauda Pancreatis Berjalan ke depan menuju ligamentum lienorenalis dan mengadakan hubungan dengan hilum lienale 1. Gambar Pankreas
    2. Hubungan a. Keanterior: Dari kanan ke kiri: colon transversum dan perlekatan mesocolon transversum, bursa omentalis, dan gaster. b. Keposterior: Dari kanan ke kiri: ductus choledochus, vena portae hepatisdan vena lienalis, vena cava inferior, aorta, pangkal arteria mesentericasuperior, musculus psoas major sinistra, glandula suprarenalis sinistra, rensinister, dan hilum lienale. 3. Vaskularisasi a. Arteriae a. A.pancreaticoduodenalis superior (cabang A.gastroduodenalis ) b. A.pancreaticoduodenalis inferior (cabang A.mesenterica cranialis) c. A.pancreatica magna dan A.pancretica caudalis dan inferior cabang A.lienalis b. Venae Venae yang sesuai dengan arteriaenya mengalirkan darah ke sistem porta 4. AliranLimfatik Kelenjar limfe terletak di sepanjang arteria yang mendarahi kelenjar.Pembuluh eferen akhirnya mengalirkan cairan limfe ke nodi limfe coeliaci danmesenterica superiores. 5. Inervasi Berasal dari serabut-serabut saraf simpatis (ganglion seliaca) dan parasimpatis (vagus). 6. Ductus Pancreaticus a. Ductus Pancreaticus Mayor (Wirsungi) Mulai dari cauda dan berjalan di sepanjang kelenjar menuju ke caput, menerima banyak cabang pada perjalanannya. Ductus ini bermuara ke parsdesendens duodenum di sekitar pertengahannya bergabung dengan ductuscholedochus membentuk papilla duodeni mayorVateri. Kadang-kadangmuara ductus pancreaticus di duodenum terpisah dari ductus choledochus. b. Ductus Pancreaticus Minor (Santorini) Mengalirkan getah pancreas dari bagian atas caput pancreas dan kemudian bermuara ke duodenum sedikit di atas muara ductus pancreaticus pada papilla duodeni minor. c. Ductus Choleochus et Ductus Pancreaticus Ductus choledochus bersama dengan ductus pancreaticus bermuara kedalam suatu rongga, yaitu ampulla hepatopancreatica (pada kuda). Ampullaini terdapat di dalam suatu tonjolan tunica mukosa duodenum, yaitu papilladuodeni major. Pada ujung papilla itu terdapat muara ampulla. (Richard S.Snell, 2000) GAMBAR 2. Ductus Pancreaticus pada Pankreas
    B.Histologi Pankreas Pankreas berperan sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Kedua fungsi tersebut dilakukan oleh selsel yang berbeda. 1. Bagian Eksokrin Pankreas dapat digolongkan sebagai kelenjar besar, berlobulus, dan merupakan tubuloasinosa kompleks. 2. Bagian Endokrin Bagian endokrin pankreas, yaitu Pulau Langerhans, tersebar di seluruhpankreas dan tampak sebagai massa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel pucatdengan banyak pembuluh darah yang berukuran 76×175 mm dan berdiameter 20sampai 300 mikron tersebar di seluruh pankreas, walaupun lebih banyakditemukan di ekor daripada kepala dan badan pankreas.(Derek Punsalam, 2009).Pulau ini dipisahkan oleh jaringan retikular tipis dari jaringan eksokrin disekitarnya dengan sedikit serat-serat retikulin di dalam pulau.(Anonymous, 2009).Sel-sel ini membentuk sekitar 1% dari total jaringan pankreas.(John Gibson, 1981) Pada manusia, pulau Langerhans terdapat sekitar 1-2 juta pulau.Masing-masing memiliki pasokan darah yang besar. Darah dari pulau Langerhansmengalir ke vena hepatika. Sel-sel dalam pulau dapat dibagi menjadi beberapajenis bergantung pada sifat pewarnaan dan morfologinya.( Derek Punsalam, 2009) Dengan pewarnaan khusus, ssel-sel pulau Langerhans terdiri dari empat macam: 1. Sel Alfa Sebagai penghasil hormon glukagon. Terletak di tepi pulau,mengandung gelembung sekretoris dengan ukuran 250nm, dan batas intikadang tidak teratur. 2. Sel Beta sebagai penghasil hormon insulin. Sel ini merupakan selterbanyak dan membentuk 60-70% sel dalam pulau. Sel beta terletak dibagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau, mengandung kristaloidromboid atau poligonal di tengah, dan mitokondria kecil bundar dan banyak. 3. Sel Delta mensekresikan hormon somatostatin. Terletak di bagian manasaja dari pulau, umumnya berdekatan dengan sel A, dan mengandunggelembung sekretoris ukuran 300-350 nm dengan granula homogen. 4. Sel F, mensekresikan polipeptida pankreas. Pulau yang kaya akan sel F berasal dari tonjolan pankreas ventral.(Anonymous, 2009) C.FisiologiPankreas 1. Eksokrin Getah pankreas mengandung enzim-enzim untuk pencernaan ketigajenismakanan utama: protein, karbohidrat, danlemak. Iajuga mengandung ion bikarbonat dalamjumlah besar, yang memegang peranan penting dalam menetralkan kimus asam yang dikeluarkan olehlambung ke dalam duodenum. Enzim-enzim proteolitik adalahtripsin, kimotripsin, karboksipeptidase,ribonuklease, deoksiribonuklease. Tiga enzim petama memecahkan keseluruhandan secara parsial protein yang dicernakan, sedangkan neklease memecahkankeduajenis asam nukleat: asam ribonukleat dan deoksinukleat. Enzim pencernaan untuk karbohidrat adalah amilase pankreas, yangmenghidrolisis pati, glikogen, dan sebagian besar karbohidratlain kecuali selulosauntuk membentuk karbohidrat, sedangkan enzim-enzim untuk pencernaanlemakadalahlipase pankreas, yang menghidrolisislemak netral menjadi gliserol, asam lemak dan kolesterolesterase, yang menyebabkan hidrolisis ester-ester kolesterol. Enzim-enzim proteolitik waktu disintesis dalam sel-sel pankreas berada dalam bentuk tidak aktif ; tripsinogen,kimotripsinogen, dan prokarboksipeptidase, yang semuanya secara enzimtiktidak aktif. Zat-zatinihanya menjadi aktif setelah mereka disekresi ke dalam saluran cerna. Tripsinogendiaktifkan oleh suatu enzim yang dinamakan enterokinase, yang disekresi oleh mukosa usus ketike kimus mengadakan kontak dengan mukosa. Tripsinogen jugadapat diaktifkan oleh tripsin yang telah dibentuk. Kimotripsinogen diaktifkan olehtripsin menjadi kimotripsin, dan prokarboksipeptidase diaktifkan dengan beberapacara yang sama. Penting bagi enzim-enzim proteolitik getah pankreas tidak diaktifkansampai mereka disekresi ke dalam usus halus, karena tripsin dan enzim-enzim lainakan mencernakan pankreas sendiri. Sel-sel yang sama, yang mensekresi enzim-enzim proteolitik ke dalam asinus pankreas serentak juga mensekresikan tripsininhibitor. Zat ini disimpan dalam sitoplasma sl-sel kelenjar sekitar granula-granulaenzim, dan mencegah pengaktifan tripsin di dalam sel sekretoris dan dalam asinusdan duktus pankreas. Pankreas rusak berat atau bila saluran terhambat, sjumlah besar sekretpankreas tertimbun dalam daerah yang rusak dari pankreas. Dalam keadaan ini,efek tripsin inhibitor kadang-kadang kewalahan, dan dalam keadaan ini sekretpankreas dengan cepat diaktifkan dan secara harfiah mencernakan seluruhpankreas dalam beberapa jam, menimbulkan keadaan yang dinamakanpankreatitis akut. Hal ini sering menimbulkan kematian karena sering diikutisyok, dan bila tidak mematikan dapat mengakibatkan insufisiensi pankreas selamahidup. Enzim-enzim getah pankreas seluruhnya disekresi oleh asinus kelenjarpankreas. Namun dua unsur getah pankreas lainnya, air dan ion bikarbonat,terutama disekresi oleh sel-sel epitel duktulus-duktulus kecil yang terletak didepan asinus khusus yang berasal dari duktulus. Bila pankreas dirangsang untukmengsekresi getah pankreas dalam jumlah besar ± yaitu air dan ion bikarbonatdalam jumlah besar ± konsentrasi ion bikarbonat dapat meningkat sampai 145mEq/liter. Setiap hari pankreas menghasilkan 1200-1500 ml pancreatic juice, cairanjernih yang tidak berwarna. Pancreatic juice paling banyak mengandung air,beberapa garam, sodium bikarbonat, dan enzim-enzim. Sodium bikarbonatmemberi sedikit pH alkalin (7,1-8,2) pada pancreatic juice sehingga menghentikan gerak pepsin dari lambung dan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi enzim-enzim dalam usus halus. Enzim-enzim dalam pancreatic juice termasuk enzim pencernaankarbohidrat bernama pankreatik amilase; beberapa enzim pencernaan proteindinamakan tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase; enzim pencernaan lemak yangutama dalam tubuh orang dewasa dinamakan pankreatik lipase; enzim pencernaanasam nukleat dinamakan ribonuklease dan deoksiribonuklease. Seperti pepsin yang diproduksikan dalam perut dengan bentuk inaktifnyaatau pepsinogen, begitu pula enzim pencernaan protein dari pankreas. Hal inimencegah enzim-enzim dari sel-sel pencernaan pankreas. Enzim tripsin yang aktif disekresikan dalam bentuk inaktif dinamakantripsinogen. Aktivasinya untuk tripsin diselesaikan dalam usus halus oleh suatuenzim yang disekresikan oleh mukosa usus halus ketika bubur chyme ini tibadalam kontak dengan mukosa. Enzim aktivasi dinamakan enterokinase.Kimotripsin diaktivasi dalam usus halus oleh tripsin dari bentuk inaktifnya,kimotripsinogen. Karboksipeptidase juga diaktivasi dalam usus halus oleh tripsin.Bentuk inaktifnya dinamakan prokarboksipeptidase. 2. Endokrin Tersebar di antara alveoli pankreas, terdapat kelompok-kelompok kecil selepitelium yang jelas terpisah dan nyata. Kelompok ini adalah pulau-pulau kecil/kepulauan Langerhans yang bersama-sama membentuk organ endokrin. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin adalah : a. Insulin Insulin adalah suatu polipeptida yang mengandung dua rantai asam aminoyang dihubungkan oleh jembatan disulfida. Terdapat perbedaan kecil dalamkomposisi asam amino molekul dari satu spesies ke spesies lain. Perbedaan inibiasanya tidak cukup besar untuk dapat mempengaruhi aktivitas biologi suatuinsulin pada spesies heterolog tetapi cukup besar untuk menyebabkan insulinbersifat antigenik. Insulin dibentuk di retikulum endoplasma sel B. Insulin kemudiandipindahkan ke aparatus golgi, tempat ia mengalami pengemasan dalam granula-granula berlapis membran. Granula-granula ini bergerak ke dinding sel melaluisuatu proses yang melibatkan mikrotubulus dan membran granula berfusi denganmembran sel, mengeluarkan insulin ke eksterior melalui eksositosis. Insulinkemudian melintasi lamina basalis sel B serta kapiler dan endotel kapiler yangberpori mencapai aliran darah. Waktu paruh insulin dalam sirkulasi pada manusia adalah sekitar 5 menit.Insulin berikatan dengan reseptor insulin lalu mengalami internalisasi. Insulindirusak dalam endosom yang terbentuk melalui proses endositosis. Enzim utamayang berperan adalah insulin protease, suatu enzim di membran sel yangmengalami internalisasi bersama insulin. Efek insulin pada berbagai jaringan: 1. Jaringan Adiposa - Meningkatkan masuknya glukosa - Meningkatkan sintesis asam lemak - Meningkatkan sintesis gliserol fospat - Menungkatkan pengendapan trigliserida - Mengaktifkan lipoprotein lipase - Menghambat lipase peka hormone - Meningkatkan ambilan K+ 2. Otot - Meningkatkan masuknya glukosa - Meningkatkan sintesis glikogen - Meningkatkan ambilan asam amino - Meningkatkan sintesis protein di ribosom - Menurunkan katabolisme protein - Menurunkan pelepasanasam-asam amino glukoneogenik - Meningkatkan ambilan keton - Meningkatkan ambilan K+ 3. Hati - Menurunkan ketogenesis - Meningkatkan sintesis protein - Meningkatkan sintesis lemak - Menurunkan pengeluaran glukosa akibat penurunan glukoneogenesis dan peningkatan sintesis glukosa Pada orang normal, pankreas mempunyai kemampuan untukmenyesuaikan jumlah insulin yang dihasilkan dengan intake karbohidrat, tetapipada penderita diabetes fungsi pengaturan ini hilang sama sekali. b. Glukagon Molekul glukagon adalah polipepida rantai lurus yang mengandung 29n residu asam amino dan memiliki molekul 3485. Glukagon merupakan hasil darisel-sel alfa, yang mempunyai prinsip aktivitas fisiologis meningkatkan kadarglukosa darah. Glukagon melakukan hal ini dengan mempercepat konversi dariglikogen dalam hati dari nutrisi-nutrisi lain, seperti asam amino, gliserol, danasam laktat, menjadi glukosa (glukoneogenesis). Kemudian hati mengeluarkanglukosa ke dalam darah, dan kadar gula darah meningkat. Sekresi dari glukagon secara langsung dikontrol oleh kadar gula darahmelalui sistem feed-back negative. Ketika kadar gula darah menurun sampai dibawah normal, sensor-sensor kimia dalam sel-sel alfa dari pulau Langerhansmerangsang sel-sel untuk mensekresikan glukagon. Ketika gula darah meningkat,tidak lama lagi sel-sel akan dirangsang dan produksinya diperlambat. Jika untuk beberapa alasan perlengkapan regulasi diri gagal dan sel-selalfa mensekresikan glukagon secara berkelanjutan, hiperglikemia (kadar guladarah yang tinggi) bisa terjadi. Olahraga dan konsumsi makanan yangmengandung protein bisa meningkatkan kadar asam amino darah jugamenyebabkan peningkatan sekresi glukagon. Sekresi glukagon dihambat olehGHIH (somatostatin). Glukagon kehilangan aktivitas biologiknya apabila diperfusi melewati hatiatau apabila diinkubasi dengan ekstrak hati, ginjal atau otot. Glukagon jugadiinaktifkan oleh inkubasi dengan darah. Indikasinya ialah bahwa glucagon dihancurkan oleh sistem enzim yang sama dengan sistem yang menghancurkan insulin dan protein-protein lain. GAMBAR Regulasi Glukagon dan Insulin c. Somatostatin Somatostatin dijumpai di sel D pulau langerhans pankreas. Somatostatin menghambat sekresiinsulin, glukagon, dan polipeptida pankreas dan mungkin bekerja lokal di dalam pulau-pulau pankreas. Penderita tumor pancreas somatostatin mengalami hiperglikemia dan gejala-gejala diabetes lain yang menghilang setelah tumor diangkat. Para pasien tersebu juga mengalami dispepsia akibatlambatnya pengosongan lambung dan penurunan sekresi asam lambung, dan batu empedu, yang tercetus oleh penurunan kontraksi kandung empedu. Sekresi somatostatin pankreas meningkat oleh beberapa rangsangan yang juga merangsang sekresi insulin, yakniglukosa dan asam amino, terutamaarginin Dan leusin. Sekresijuga ditingkatkan olehCCK. Somatostatin dikeluarkan dari pankreas dan saluran cerna ke dalam darah perifer. d. Polieptida 1. Pancreas Polipeptida pankreas manusia merupakan suatu polipeptidalinear yang dibentuk oleh selF pulaulangerhans.Hormonini berkaitan erat dengan polipeptida YY (PYY), yang ditemukan di usus dan mungkin hormon saluran cerna; dan neuropeptida Y, yang ditemukan di otak dan sistem saraf otonom. Sekresi polipeptida ini meningkat oleh makanan yang mengandungprotein, puasa, olahraga, dan hipoglikemia akut. Sekresinya menurun olehsomatostatin dan glukosa intravena. Pemberian infus leusin, arginin, dan alanintidak mempengaruhinya, sehingga efek stimulasi makanan berprotein mungkindiperantarai secara tidak langsung. Pada manusia, polipeptida pankreasmemperlambat penyerapan makanan, dan hormon ini mungkin memperkecilfluktuasi dalam penyerapan. Namun, fungsi faal sebenarnya masih belum diketahui BAB IV KESIMPULAN Anatomi Pankreas Pankreas merupakan suatu organ berupa kelenjar terbentang dari atas sampai ke lengkungan besar dari perut dan biasanya dihubungkan oleh dua saluran ke duodenum. 1. Bagian Pankreas - Caput Pancreatis - Collum Pancreatis - Corpus Pancreatis - Cauda Pancreatis 2. Hubungan a. Ke anterior: Dari kanan ke kiri: colon transversum dan perlekatan mesocolon transversum, bursa omentalis, dan gaster. b. ke posterior: Dari kanan ke kiri: ductus choledochus, vena portaehepatis dan vena lienalis, vena cava inferior, aorta, pangkal arteriamesenterica superior, musculus psoas major sinistra, glandula suprarenalissinistra, ren sinister, dan hilum lienale. 3. Vaskularisasi - Arteriae a. A.pancreaticoduodenalis superior (cabang A.gastroduodenalis ) b. A.pancreaticoduodenalis inferior (cabang A.mesenterica cranialis) c. A.pancreatica magna dan A.pancretica caudalis dan inferior ,cabang A.lienalis - Venae. Venae yang sesuai dengan arteriaenya mengalirkan darah ke sistem porta. 4. Aliran Limfatik Kelenjar limfe terletak di sepanjang arteria yang mendarahi kelenjar. Pembuluh eferen akhirnya mengalirkan cairan limfe ke nodi limfe coeliacidan mesenterica superiores. 5. Inervasi Berasal dari serabut-serabut saraf simpatis (ganglion seliaca) dan parasimpatis (vagus). 6. Ductus pancreaticus - Ductus Pancreaticus Mayor ( Wirsungi) - Ductus Pancreaticus Minor ( Santorini) - Ductus Choleochus et Ductus Pancreaticus Histologi Pankreas Pankreas berperan sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Kedua fungsi tersebut dilakukan oleh sel-sel yang berbeda. 1.Eksokrin, terdiri dari sel asinar 2. Endokrin, terdiri dari sel-sel: a. Sel , penghasil hormon glucagon b. Sel , penghasil hormon insulin c. Sel delta, penghasil hormon somatostasin d. Sel F, penghasil hormon polipeptida pankreas Fisiologi pancreas 1. Sebagai eksokrin, menghasilkan getah pankreas yang mengandungenzim-enzim pencernaan seperti enzim amilase pankreas, enzim-enzimproteolitik, dan lain-lain. 2. Sebagai endokrin, menghasilkan hormon insulin, glukagon, somatostatin, dan polipeptida pancreas DAFTAR PUSTAKA Anonymous. 2009.http://books.google.co.id/books/ Anonymous. 2009. http://dok-tercantik.blogspot.com/2009/01/pankreas-html Anonymous. 2009.http://id.wikipedia.org/wiki/Pankreas Anonymous. 2009.http://myblogmyown.wordpress.com/2009/04/14/pankreas/ Anonymous.2009.http://one.indoskripsi.com/content/anatomi-dan-fisiologi- Pancreas Anonymous. 2009.http://sugartomat.blogspot.com/2009/03/hormon-pankreas.html Anonymous.2009.http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/baijour nal/I_KetutMuditeAdnyane_PerbandinganAntara.pdf/ Cambridge Comunication Limited. 1985.Anatomy and Physiology A Self_Instructional Course 2. TheEndocrineGland and the Nervous System. Churchill Livingstone: London Delmann, H.D. 1993. Textbook of Veterinary Histology. Lea and Fiebiger: Philadelphia Faiz, Omar, dkk. 2004.Ata Glance Anatomi. Erlangga: Jakarta Getty, R. 1975. Sisson andGrossman's TheAnatomy of theDomesticAnimals. Vol.1. W.B. Saunders Company: Philadelphia. London. Toronto. Gibson, John. 1981.Modern Physiology andAnatomy for Nurses. Blackwell Science Limited: Oxford Grimelius, L. 1968.ASilver Nitrate Stain for a-2 Cells in Human Pancreatic Islet. Acta Soc.Med: Upsal. Guyton, A.C. 1976. Textbook of Medical Physiology. WB Saunders Company: Philadelphia. London

    Sabtu, 08 Desember 2012

    Gangguan Sistem Endokrin

    Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon-hormon yang membantu fungsi kontrol tubuh yang penting, terutama kemampuan tubuh untuk mengubah kalori menjadi energi sel dan organ. Sistem endokrin mempengaruhi bagaimana jantung Anda berdetak, bagaimana tulang dan jaringan tumbuh, bahkan kemampuan Anda untuk membuat bayi. Hal ini memainkan peran penting dalam apakah atau tidak seseorang dapat terkena diabetes, penyakit tiroid, gangguan pertumbuhan, disfungsi seksual, dan sejumlah lainnya yang berhubungan dengan hormon gangguan. Kelenjar dari Sistem Endokrin Setiap kelenjar sistem endokrin melepaskan hormon tertentu ke aliran darah tubuh Anda. Hormon-hormon ini berjalan melalui darah ke sel lain dan membantu mengontrol atau mengkoordinasikan proses dalam tubuh. Kelenjar endokrin meliputi: Kelenjar adrenal: Dua kelenjar yang duduk di atas ginjal yang melepaskan hormon kortisol. Hipotalamus: Sebuah bagian dari otak menengah ke bawah yang menceritakan kelenjar pituitari saat untuk melepaskan hormon. Ovarium: Organ reproduksi wanita yang melepaskan telur dan menghasilkan hormon seks. Sel islet dalam pankreas: Sel di pankreas mengontrol pelepasan hormon insulin dan glukagon. Paratiroid: Empat kelenjar kecil di leher yang memainkan peran dalam perkembangan tulang. Kelenjar pineal: Sebuah kelenjar yang ditemukan di dekat pusat otak yang mungkin berhubungan dengan pola tidur. Kelenjar hipofisis: Sebuah kelenjar yang ditemukan di dasar otak di belakang sinus. Hal ini sering disebut "master gland" karena mempengaruhi kelenjar lain, terutama tiroid. Masalah dengan kelenjar hipofisis dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang, siklus menstruasi wanita, dan pelepasan ASI. Testis: Kelenjar reproduksi pria yang menghasilkan sperma dan hormon seks. Timus: Sebuah kelenjar di dada bagian atas yang membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh sejak awal kehidupan. Tiroid: Sebuah kelenjar berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher yang mengendalikan metabolisme. Bahkan sedikit tersendat dengan fungsi salah satu atau lebih dari kelenjar dapat membuang keseimbangan hormon dalam tubuh dan mengakibatkan gangguan endokrin, atau penyakit endokrin. Penyebab Gangguan Endokrin Gangguan endokrin biasanya dikelompokkan menjadi dua kategori: Endokrin penyakit yang terjadi ketika kelenjar memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon endokrin, yang disebut ketidakseimbangan hormon. Endokrin karena perkembangan lesi (seperti nodul atau tumor) dalam sistem endokrin, yang mungkin atau tidak dapat mempengaruhi tingkat hormon penyakit. Sistem umpan balik endokrin yang membantu mengontrol keseimbangan hormon dalam aliran darah. Jika tubuh Anda memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon tertentu, sistem umpan balik sinyal kelenjar tepat atau kelenjar untuk memperbaiki masalah. Sebuah ketidakseimbangan hormon dapat terjadi jika sistem umpan balik memiliki kesulitan menjaga tingkat yang tepat dari hormon dalam aliran darah, atau jika tubuh Anda tidak membersihkan mereka keluar dari aliran darah dengan benar. Tingkat peningkatan atau penurunan hormon endokrin dapat disebabkan oleh: Sebuah masalah dengan sistem umpan balik endokrin Penyakit Kegagalan kelenjar untuk merangsang kelenjar lain untuk melepaskan hormon (misalnya, masalah dengan hipotalamus dapat mengganggu produksi hormon di kelenjar pituitari) Sebuah kelainan genetik, seperti meoplasia endokrin multipel (MEN) atau hipotiroidisme kongenital, Infeksi, Cedera pada kelenjar endokrin, Tumor dari kelenjar endokrin. Kebanyakan tumor endokrin dan nodul (benjolan) yang bersifat kanker. Mereka biasanya tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh. Namun, tumor atau benjolan pada kelenjar dapat mengganggu produksi hormon kelenjar itu. Jenis Gangguan Endokrin Ada berbagai jenis gangguan endokrin. Diabetes adalah gangguan endokrin yang paling umum didiagnosis di Amerika Serikat Gangguan endokrin lainnya meliputi: Adrenal insufisiensi. Kelenjar adrenal melepaskan terlalu sedikit hormon kortisol dan kadang-kadang, aldosteron. Gejala termasuk kelelahan, sakit perut, dehidrasi, dan perubahan kulit. Penyakit Addison adalah jenis insufisiensi adrenal. Penyakit Cushing. Kelebihan produksi hormon kelenjar hipofisis mengarah ke kelenjar adrenal yang terlalu aktif. Kondisi serupa disebut sindrom cushing bisa terjadi pada orang, terutama anak-anak, yang mengambil dosis tinggi obat kortikosteroid. Gigantisme (acromegaly) dan masalah hormon pertumbuhan lainnya. Jika kelenjar pituitary memproduksi hormon pertumbuhan terlalu banyak, tulang anak dan bagian tubuh dapat tumbuh tidak normal cepat. Jika kadar hormon pertumbuhan terlalu rendah, seorang anak bisa berhenti tumbuh di ketinggian. Hipertiroidisme. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid terlalu banyak, menyebabkan penurunan berat badan, denyut jantung yang cepat, berkeringat, dan gugup. Penyebab paling umum untuk tiroid yang terlalu aktif adalah suatu gangguan autoimun yang disebut penyakit Grave. Hypothyroidism. Kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup, menyebabkan kelelahan, sembelit, kulit kering, dan depresi. Kelenjar kurang aktif dapat menyebabkan perkembangan melambat pada anak-anak. Beberapa jenis hipotiroidisme yang hadir pada saat lahir. Hypopituitarism. Kelenjar pituitari melepaskan hormon sedikit atau tidak ada. Ini mungkin disebabkan oleh sejumlah penyakit yang berbeda. Wanita dengan kondisi ini mungkin berhenti mendapatkan menstruasi. Beberapa neoplasia endokrin I dan II (MEN I dan II MEN). Ini, kondisi genetik langka yang diturunkan melalui keluarga. Mereka menyebabkan tumor paratiroid, adrenal, dan kelenjar tiroid, menyebabkan kelebihan produksi hormon. Polycystic ovary syndrome (PCOS). Kelebihan produksi androgen mengganggu perkembangan telur dan pembebasan mereka dari indung telur perempuan. PCOS adalah penyebab utama infertilitas. Dewasa sebelum waktunya pubertas. Abnormal pubertas dini yang terjadi ketika kelenjar memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon seks terlalu cepat dalam hidup. Pengujian untuk Gangguan Endokrin Jika Anda memiliki gangguan endokrin, dokter Anda dapat merujuk Anda ke spesialis yang disebut endocrinologist. Endocrinologist (dokter spesialis dalam) secara khusus dilatih dalam masalah dengan sistem endokrin. Gejala-gejala dari gangguan endokrin sangat bervariasi dan tergantung pada kelenjar tertentu yang terlibat. Namun, kebanyakan orang dengan penyakit endokrin mengeluh kelelahan dan kelemahan. Tes darah dan urin untuk memeriksa kadar hormon Anda dapat membantu dokter Anda menentukan apakah Anda memiliki gangguan endokrin. Tes pencitraan dapat dilakukan untuk membantu menemukan atau menentukan nodul atau tumor. Pengobatan gangguan endokrin dapat rumit, seperti perubahan dalam satu tingkat hormon dapat membuang yang lain. Dokter atau spesialis dapat memerintahkan pemeriksaan
    darah rutin untuk memeriksa masalah atau untuk menentukan apakah obat Anda atau rencana pengobatan perlu disesuaikan. sumber: http://diabetes.webmd.com/endocrine-system-disorders

    Jumat, 07 Desember 2012

    Jenis Hernia dan Penatalaksanaannya


    A.  PENGERTIAN
    Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan.
    Hernia berasal bahasa latin, yaitu “rupture”. Penonjolan dari organ maaupun keseluruhan menonjol keluar, mendesak dinding tubuh sehingga nampak tidak normal.
    B.  KLASIFIKASI
    Macam-macam hernia :
    1.    Macam-macam hernia ini di dasarkan menurut letaknya,seperti :
    a.    Inguinalis. Hernia inguinal ini dibagi lagi menjadi :
    1)   Indirek / lateralis: Hernia ini terjadi melalui cincin inguinalis dan melewati korda spermatikus melalui kanalis inguinalis. Ini umumnya terjadi pada pria.
    2)   Direk / medialis: Hernia ini melewati dinding abdomen di area kelemahan otot, tidak melalui kanal seperti pada hernia inguinalis dan femoralis indirek. Ini lebih umum pada lansia.
    b.    Femoralis : Hernia femoralis terjadi melalui cincin femoraldan lebih umum pada wanita. Ini mulai sebagai penyumbat lemak di kanalis femoralis
    c.    Umbilikal : Terjadi pada sisi insisi bedah sebelumnya yang telah sembuh secara tidak adekuat karena  masalah pasca operasi seperti infeksi,nutrisi tidak adekuat, kegemukan.
    d.   Incisional : Hernia ini keluar dari daerah-daerah yang lemah.
    e.    Para Umbilical : Keluar disekitar area umbilical
    f.     Epigastric : Diatas umbilical di linea alba
    g.    Hernia hiatal : masuknya esofagus ke dalam abdomen melalui lubang diafragma dan mengosongkan diri pada ujung bawah ke dalam bagian atas lambung.( Brunner & Suddart )
    2.    Menurut sifatnya, hernia dapat disebut :
    a.    Reducible : Tonjolan dapat dikembalikan dengan mudah tanpa dimanipulasi.
    b.    Irreducible (ingkar serata) : Biasanya tidak dapat dikembalikan secara manual, hal ini disebabkan karena perlengketan.
    c.    Strangulated : Bagian hernia ini khususnya di usus halus terjadi ikatan/mengalami edema (karena adanya perlengketan), sehingga dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

    C.  ETIOLOGI
            1.     Ketidak patensian rongga yang tidak sempurna.
            2.     Anomaly kongenital atau karena sebab yang didapat.
            3.     Adanya prosesus vaginalis yang terbuka
            4.     Peninggian tekanan didalam rongga abdomen
            5.     Kelemahan otot dinding abdomen
    Pada manusia umur lanjut jaringan penyangga makin melemah, manusia umur lanjut lebih cenderung menderita hernia inguinal direkta. Pekerjaan angkat berat yang dilakukan dalam jangka lama juga dapat melemahkan dinding perut (Oswari. 2000 : 217).
    D.KOMPLIKASI
    1.    Bowel incarceration
    2.    Strangulation : pembuluh terjepit sampai tidak bisa bergerak sehingga dapat terjadi kematian
    3.    Small bowel obstruction
    E.PENATALAKSANAAN BEDAH
    Semua hernia harus dikoreksi melalui pembedahan untuk menghilangkan risiko penahanan Jika ada yang menarik co-morbid kondisi medis yang menghalangi operasi, maka truss, atau sabuk dukungan hernia dapat digunakan. Truss A tidak memperbaiki cacat hernia, namun akan memberikan beberapa bantuan dari gejala. Metode modern perbaikan termasuk penutupan primer terbuka cacat dengan jahitan (Shouldice atau "Kanada" Repair, Bassini Repair), Patch penutupan dengan bahan prostetik (Polypropylene atau Gortex) bebas dari ketegangan (Lichtenstein-type) dan perbaikan laparoskopi.
    Pemeriksaan dapat mengungkapkan pembengkakan yang jelas di daerah inguinal. Jika ia memiliki hernia kecil, daerah yang terkena mungkin hanya terlihat penuh.. Tidak adanya bunyi usus mungkin mengindikasikan penahanan atau tercekik. Palpasi membantu untuk menentukan ukuran hernia yang jelas. Hal ini juga dapat mengungkapkan adanya hernia pada pasien laki-laki.

    E.DAFTAR PUSTAKA

    Brunner & Suddart.2002.Buku Ajar Keperawatan Bedah.Jakarta: EGC
         Sjamsuhidajat R. 1997.Buku Ajar Ilmu Bedah.Jakarta :EGC

    Selasa, 20 November 2012

    Muhammadiyah-Aisyiyah Wujudkan Sistem Internal yang Kuat, Tangguh dan Berkompetisi di Era Global

    Palembang, 21 November 2012 Rapat Tahunan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah Aisyiyah (AIPNEMA) diselenggarakan di Palembang pada tanggal 20 November 2012 hingga 22 November 2012 bertempat di Hotel Jayakarta Palembang atas kerjasama AIPNEMA dengan Stikes Muhammadiyah Palembang. Rapat Tahunan Anggota AIPNEMA 2012 dengan tema "Melalui Penguatan Pangkalan Data dan Sistem Informasi Anggota AIPNEMA ditujukan Wujudkan Sistem Internal yang Kuat, Tangguh dan Berkompetisi Global" AIPNEMA merupakan organisasi independen yang bertujuan untuk membina dan meningkatkan mutu pendidikan keperawatan, serta sebagai wadah yang berhimpun untuk bekerjasama mewujudkan cita-cita "Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur". Sebagai wadah yang independen, AIPNEMA memfokuskan kegiatannya pada: perbaikan organisasi, pendampingan penyelesaian masalah anggota, peningkatan mutu pendidikan anggota, standar pendidikan profesi, kurikulum penciri dan pengembangan kerjasama luarnegeri baik kerjasama insitusi maupun pengembangan publikasi internasional. Fokus kegaitan ini menjadikan AIPNEMA selalu berupaya untuk mengembangkan dan mengapliklasikan kurikulum berbasis kompetensi pada semua institusi pendidikan kepeawatan Muhammadiyah-Aisyiyah, mengembangkan ciri keunggulan institusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah, membantu institusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah terakreditasi B pada tahun 2014, terselenggaranya penjaminan mutu Internal pendidikan tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah, adanya surat keputusan majelis dikti PP Muhammadiyah tentang Rumah Sakit Pendidikan bagi institusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah, mambantu institusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah dalam mewujudkan ijin program pendidikan profesi ners, terjalin kerjasama antar sesama instusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah, terjalin kerjasama antar institusi pendidikan keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah dengan institusi luar negeri dan terbentuknya jurnal keperawatan Muhammadiyah-Aisyiyah. Road Map AIPNEMA 2010 2015, fokus project area adalah dibidang organisasi Workshop pembuatan profil, road map dan rencana operasional AIPNEMA, sosialisasi penyebaran buku profil, roadmap dan renop AIPNEMA, pembuatan web AIPNEMA, pengumpulan data base anggota AIPNEMA, memberikan edaran kepada anggota aipni untuk membayar iuran pangkal Rp. 3000.000 dan tahunan Rp.2000.000, menyusun RAB organisasi. Di Bidang Kurikulum dan Pendidikan mengadakan workshop kurikulum KBK, workshop kurikulum penciri Muhammadiyah-Aisyiyah, workshop skill labs, workshop shoft skills dan pelatihan pengembangan keilmuan. Di Bidang Penjaminan Mutu dan Akreditasi mengadakan kegiatan Workshop penjaminan mutu internal, pembinaan dan audit penjaminan mutu internal, workshop pengisian borang akreditasi BANPT, Pelatihan Assesor dan Mapping assesor di anggota dan pelatihan penyusunan JaFa dan SerDos. Di Bidang Pengembangan Pendidikan Klinik mengadakan kegiatan Audiensi ke PP Muhammadiyah mengenai MOU RS PKU Pendidikan bagi Institusi keperawatan anggota AIPNEMA, Pelatihan Clinical Ners Educator (CNE) di RS PKU bekerjasama dengan institusi anggota AIPNEMA yang menggunakan, pembuatan modul tentang Pelatihan CNE, mengadakan pelatihan-pelatihan pengembangan keilmuan Di Bidang Kerjama dalam dan Luar Negeri mengadakan fokus pada melakukan koordinasi dengan Dikti, dalam perijinan pendidikan Ners, kerjasama dengan AIPNI, kerjasama dengan PERSI, kerjasama antar anggota AIPNEMA dan Tri Dharma PT, kerjasama dengan KORSMA, kerjsama dengan PT di luar negeri, kerjasama dengan BNP2TKI, PJTKI Kesehatan, melakukan perobatan utilisasi kerjasama luar negeri yang sudah dimiliki anggota, merintis kerjasama (kolektif) dengan National Chen Kung University Taiwan, melakukan bench marking. Di Bidang pengembangan, penelitian dan pengabdian masyarakat mengadakan kegiatan workshop pembuatan jurnal ilmiah dan e-journal, mengadakan workshop pembuatan proposal penelitian dan pengabdian masyarakat bagi dosen dan mahasiswa, mengadakan workshop pembuatan proposal hibah bersaing dan melakukan benchmarking
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...