Selamat Datang dan Semoga Bermanfaat STIKES Sarana Sistem Informasi Kesehatan: keperawatan
Custom Search
Tampilkan postingan dengan label keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keperawatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

Tehnik, Tugas dan Kompetensi Supervisor


Seorang supervisor, diharapkan dapat memenuhi beberapa hal, antara lain Tehnik, Tugas dan Kompetensi yang dimiliki. Berikut akan diurakan tentang: 
1.    Teknik Supervisi (Nursalam, 2007)
 Untuk dapat melaksanakan supervisi dengan baik ada dua teknik yaitu :
a.    Pengamatan langsung
     Pengamatan langsung harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
·     Sasaran Pengamatan
  Pengamatan langsung ditujukan pada sesuatu yang bersifat pokok dan strategis saja (selective supervicion).   
·     Objektivitas pengamatan
    Pengamatan langsung perlu dibantu dengan suatu daftar isi (check list) yang telah dipersiapkan. Daftar isi tersebut ditujukan untuk setiap sasaran pengamatan secara lengkap dan apa adanya.
·     Pendekatan pengamatan
    Pendekatan pengamatan dilakukan secara edukatif dan suportif, bukan kekuasaan atau otoriter.
b.    Kerjasama
   Keberhasilan pemberian bantuan dalam upaya meningkatkan kinerja bawahan diperlukan kerjasama antara pelaksana supervisi dan yang di supervisi, serta mereka yang disupervisi merasakan masalah yang dihadapi juga merupakan masalah mereka sendiri (sense of belonging).
2.    Tugas Supervisor
Tugas utama supervisor adalah mengusahakan seoptimal mungkin kondisi kerja yang nyaman dan aman, efektif dan efisien, untuk itu uraian tugas supervisor antara lain :
a.         Mengorientasikan staf dan pelaksana keperawatan terutama pegawai baru.
b.        Melatih staf dan pelaksana keperawatan.
c.         Memberikan pengarahan dalam pelaksanaan tugas agar menyadari, mengerti terhadap peran dan fungsi sebagai staf / pelaksana asuhan keperawatan.
d.  Memberikan pelayanan bimbingan kepada pelaksana keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan dan pendokumentasian asuhan keperawatan.
3.      Kompetensi Supervisor
Untuk menjadi supervisor yang baik diperlukan kompetensi yang harus dimiliki dalam melaksanakan supervisi (Bittel, 1987). Kompetensi tersebut meliputi :
a.        Knowledge Competencies
Knowledge Competencies adalah kemampuan pengetahuan yang merupakan pintu masuk seseorang untuk bekerja dengan baik. Seorang manager akan lebih sukses apabila dilandasi dengan ilmu pengetahuan yang cukup.
b.    Enterpreneurial Competencies.
Enterpreneurial adalah kompetensi yang meliputi 2 bagian yaitu orientasi efisiensi dan produktivitas.
·           Orientasi Efisiensi
     Orientasi efisiensi adalah keinginan untuk mendapatkan dan melakukan pekerjaan yang lebih baik dengan menggunakan dan menggabungkan semua sumber daya yang ada.
·           Produktivitas
     Produktif artinya memiliki inisiatif, menulis laporan, menyapa atau menghubungi klien, memulai melakukan sesuatu.
c.    Intelectual Competencies
            Meliputi 3 bagian penting yaitu:
·           Berfikir logis dengan mencari penyebab dari suatu kejadian
·           Konseptual yaitu mampu untuk mengumpulkan informasi dan dapat membedakan hal-hal di luar konsep;
·           Keterampilan mendiagnosis yaitu mampu untuk mengaplikasikan konsep dan teori ke dalam situasi dan kondisi kehidupan yang nyata.
d.     Sosio-emotional Competencies
Kompetensi ini meliputi 5 bagian penting yaitu: kepercayaan diri, pengembangan, persepsi objektif, pengkajian diri akurat dan adaptasi stamina.
e.    Interpersonal Competencies
Meliputi delapan bagian yaitu selain memiliki kepercayaan diri yang kuat dan pengembangan lain, juga memiliki perhatian kepada dampak, kekuasaan satu sisi, kekuasaan sosial, , berpandangan positif dan mengelola proses kelompok.
Seorang pemimpin / supervisor dapat berhasil memimpin staf tergantung dari perilaku pemimpin (Davis, 1985), oleh karena itu pemimpin harus memiliki ketrampilan diantaranya :
a.   Ketrampilan teknis (technical skill) mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan seseorang dalam salah satu jenis proses atau teknik.
b.    Ketrampilan manusiawi (human skill) adalah kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim.
c.    Ketrampilan konseptual (conseptual skill) adalah kemampuan untuk berfikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas dan berfokus pada gagasan.
Kompetensi yang harus dimiliki supervisor dalam melakukan supervisi kinerja staf dalam pendokumentasian asuhan keperawatan adalah mempunyai pengetahuan tentang asuhan keperawatan dan pendokumentasiannya  berdasarkan proses keperawatan, mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan bekerjasama dengan staf untuk mengarahkan, membimbing dan memotivasi staf. Kemampuan supervisor ini  dalam menjalankan tugasnya sehari-hari diantaranya dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.    Memberikan pengarahan dan petunjuk yang jelas, sehingga dapat dimengerti oleh staf dan pelaksana keperawatan.
b.        Memberi saran, nasehat dan bantuan kepada staf dan pelaksana keperawatan.
c.  Memberikan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja kepada staf dan pelaksana keperawatan.
d.        Memberikan latihan dan bimbingan yang diperlukan oleh staf dan pelaksana keperawatan.
e.         Melakukan penilaian terhadap penampilan kinerja staf.
               f.     Mengadakan pengawasan dan evaluasi agar asuhan keperawatan yang diberikan lebih baik

Disarikan dari: Manajemen Keperawatan Nursalalam 2010

Kamis, 20 Desember 2012

Supervisi dalam keperawatan


1.    Pengertian Supervisi
Supervisi adalah suatu proses kemudahan untuk penyelesaian tugas-tugas keperawatan (Swansburg & Swansburg, 1999). Supervisi adalah merencanakan, mengarahkan, membimbing, mengajar, mengobservasi, mendorong, memperbaiki, mempercayai, mengevaluasi secara terus menerus pada setiap perawat dengan sabar, adil serta bijaksana (Kron, 1987).
Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa supervisi merupakan suatu  cara yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

2.    Tujuan Supervisi
     Tujuan supervisi adalah :
     Memberikan bantuan kepada bawahan secara langsung sehingga dengan bantuan tersebut bawahan akan memiliki bekal yang cukup untuk dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan hasil yang baik (Suarli, 2009).
 3.    Manfaat Supervisi
     Apabila supervisi dapat dilakukan dengan baik, akan diperoleh banyak manfaat, diantaranya adalah sebagai berikut :
a.    Dapat lebih meningkatkan efektifitas kerja, peningkatan ini erat kaitannya dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bawahan, serta makin terbinanya hubungan dan suasana kerja yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan.
b.    Dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja, peningkatan ini erat kaitannya dengan makin berkurangnya kesalahan yang dilakukan bawahan, sehingga pemakaian sumber daya (tenaga, harta, dan sarana) yang sia-sia akan dapat dicegah (Azwar 1996, dalam Nursalam, 2007).
Apabila kedua peningkatan ini dapat diwujudkan, maka sama artinya bahwa tujuan organisasi telah tercapai dengan baik. 

4.    Prinsip Supervisi (Suyanto, 2009)
     Agar supervisi dapat dijalankan dengan baik maka seorang suprvisor harus memahami prinsip- prinsip supervisi dalam keperawatan sebagai berikut :
a.    Supervisi dilakukan sesuai dengan struktur organisasi
b.    Didasarkan atas hubungan profesional dan bukan pribadi.
c.    Kegiatan direncanakan secara matang.
d.   Bersifat edukatif, supporting dan informal.
e.    Memberikan perasaan aman pada staf dan pelaksana keperawatan
f.     Membentuk hubungan kerjasama yang demokratis antara supervisor dan staf.
g.    Harus objektif dan sanggup mengadakan “self evaluation”.
h.    Harus progresif, inovatif, fleksibel dan dapat mengembangkan kelebihan masing-masing perawat yang disupervisi.
i.      Konstruktif dan kreatif dalam mengembangkan diri disesuaikan dengan kebutuhan.
j.      Dapat meningkatkan kinerja bawahan dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan.
k.    Suprvisi dilakukan secara teratur dan berkala.
l.      Supervisi dilaksanakan secara fleksibel dan selalu disesuaikan dengan perkembangan.

5.    Cara Supervisi (suyanto, 2009)
     Supervisi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung, penerapannya disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta tujuan supervisi.


a.     Supervisi Langsung :
Supervisi dilakukan langsung pada kegiatan yang sedang berlangsung. Cara supervisi ini ditujukan untuk bimbingan dan arahan serta mencegah dan memperbaiki kesalahan yang terjadi.
            Cara supervisi terdiri dari :
1.   Merencanakan
     Seorang supervisor, sebelum melakukan supervisi harus membuat perencanaan tentang apa yang akan disupervisi, siapa yang akan disupervisi, bagaimana tekniknya, kapan waktunya dan alasan dilakukan supervisi (Kron, 1987).
     Dalam membuat perencanaan diperlukan unsur-unsur : Objektif / tujuan dari perencanaan, Uraian Kegiatan, Prosedur, Target waktu pelaksanaan, penanggung jawab dan anggaran (Suarli, 2009).
2.   Mengarahkan
     Pengarahan yang dilakukan supervisor kepada staf meliputi pengarahan tentang bagaimana kegiatan dapat dilaksanakan sehingga tujuan organisasi dapat tercapai. Dalam memberikan pengarahan diperlukan kemampuan komunikasi dari supervisor dan hubungan kerjasama yang demokratis antara supervisor dan staf.
    Cara pengarahan yang efektif adalah :
·           Pengarahan harus lengkap
·           Menggunakan kata-kata yang tepat
·           Bebicara dengan jelas dan lambat
·           Berikan arahan yang logis.
·           Hindari memberikan banyak arahan pada satu waktu.
·           Pastikan bahwa arahan dipahami.
·           Yakinkan bahwa arahan supervisor dilaksanakan sehingga perlu kegiatan tindak lanjut.


3.    Membimbing
Agar staf dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, maka dalam melakukan suatu pekerjaan, staf perlu bimbingan dari seorang supervisor. Supervisor harus memberikan bimbingan pada staf yang mengalami kesulitan dalam menjalankan tugasnya, bimbingan harus diberikan dengan terencana dan berkala. Staf dibimbing bagaimana cara untuk melakukan dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Bimbingan yang diberikan diantaranya dapat berupa : pemberian penjelasan, pengarahan dan pengajaran, bantuan, serta pemberian contoh langsung.

4.    Memotivasi
Supervisor mempunyai peranan penting dalam memotivasi staf untuk mencapai tujuan organisasi. Kegiatan yang perlu dilaksanakan supervisor dalam memotivasi antara lain adalah (Nursalam, 2007) :
·           Mempunyai harapan yang jelas terhadap staf dan mengkomunikasikan harapan tersebut kepada para staf.
·           Memberikan dukungan positif pada staf untuk menyelesaikan pekerjaan.
·           Memberikan kesempatan pada staf untuk menyelesaikan tugasnya dan memberikan tantangan-tantangan yang akan memberikan pengalaman yang bermakna.
·           Memberikan kesempatan pada staf untuk mengambil keputusan sesuai tugas limpah yang diberikan.
·           Menciptakan situasi saling percaya dan kekeluargaan dengan staf.
·           Menjadi role model bagi staf.
5.   Mengobservasi (Nursalam, 2007)
Untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi staf dalam melaksanakan tugasnya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan, maka supervisor harus melakukan observasi terhadap kemampuan dan perilaku staf dalam menyelesaikan pekerjaan dan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh staf.

6.    Mengevaluasi
     Evaluasi merupakan proses penilaian pencapaian tujuan, apabila suatu pekerjaan sudah selesai dikerjakan oleh staf, maka diperlukan suatu evaluasi upaya pelaksanaan dan membandingkan dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.
Evaluasi juga digunakan untuk menilai apakah pekerjaan tersebut sudah dikerjakan sesuai dengan ketentuan untuk mencapai tujuan organisasi. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara menilai langsung kegiatan, memantau kegiatan melalui objek kegiatan. Apabila suatu kegiatan sudah di evaluasi, maka diperlukan umpan balik terhadap kegiatan tersebut.

b.    Supervisi Tidak Langsung
Supervisi dilakukan melalui laporan tertulis, seperti laporan pasien dan catatan asuhan keperawatan dan dapat juga dilakukan dengan menggunakan laporan lisan seperti saat timbang terima dan ronde keperawatan. Pada supervisi tidak langsung dapat terjadi kesenjangan fakta, karena supervisor tidak melihat langsung kejadian dilapangan. Oleh karena itu agar masalah dapat diselesaikan , perlu klarifikasi dan umpan balik dari supevisor dan staf.

Selasa, 11 Desember 2012

Perencanaan di Ruang MPKP


A.     Pendahuluan

Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang hal-hal yang akan dikerjakan di masa mendatang dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan (Siagian, 1990). Perencanaan dapat juga diartikan sebagai suatu rencana kegiatan tentang apa yang harus dilakukan, bagaimana kegiatan itu dilaksanakan, dimana kegiatan itu dilakukan. Sehingga perencanaan yang matang akan memberi petunjuk dan mempermudah dalam melaksanakan suatu kegiatan. Dalam suatu organisasi perencanaan merupakan pola pikir yang dapat menentukan keberhasilan suatu kegiatan dan titik tolak dari kegiatan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Kegiatan perencanaan dalam praktek keperawatan profesional merupakan upaya meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan keperawatan sehingga mutu pelayanan bukan saja dapat dipertahankan tapi bisa terus meningkat sampai tercapai derajat kepuasan tertinggi bagi penerima jasa pelayanan keperawatan dan  pelaksana pelayanan itu sendiri. Dengan demikian sangat dibutuhkan perencanaan yang profesional juga.

Jenis-jenis perencanaan terdiri dari rencana jangka panjang, rencana jangka menengah dan rencana jangka pendek. Perencanaan jangka panjang disebut juga perencanaan strategis yang disusun untuk 3 sampai 10 tahun.  Perencanaan jangka menengah dibuat dan  berlaku 1 sampai 5 tahun. Sedangkan perencanaan jangka pendek dibuat satu jam sampai dengan satu tahun. Hirarki dalam perencanaan terdiri dari perumusan visi, misi, filosofi, peraturan, kebijakan, dan prosedur (Marquis & Houston, 1998).

Kegiatan perencanaan yang dipakai di ruang MPKP meliputi perumusan visi, misi, filosofi dan kebijakan. Sedangkan untuk jenis perencanaan yang diterapkan adalah perencanaan jangka pendek yang meliputi rencana kegiatan harian, bulanan dan tahunan.

B.     Tujuan MPKP
C.     Visi Di Ruang MPKP
D.     Misi Di Ruang MPKP
E.     Filosofi di Ruang MPKP
F.      Kebijakan di ruang MPKP
“Staf MPKP bertugas  berdasarkan SK”
G.     Rencana Jangka Pendek di Ruang MPKP
Tabel I.1. Rencana Harian Kepala Ruangan
Waktu

Kegiatan

Keterangan
07.00
Operan
Pre conference (jika jumlah tim lebih dari 1), mengecek SDM dan sarana prasarana.

08.00
Mengecek kebutuhan pasien (pemeriksaan, kondisi dll)

09.00
Melakukan interaksi dengan pasien baru atau pasien yang memerlukan perhatian khusus

10.00
Melakukan supervisi pada ketua tim/perawat pelaksana
Perawat 1 :………………………..(nama)
……………………………………(tindakan)
Perawat 2 :………………………..(nama)
……………………………………(tindakan)
Perawat 3 :………………………..(nama)
……………………………………(tindakan)

11.00
Hubungan dengan bagian lain terkait rapat-rapat terstruktur/insidentil

12.00
Mengecek ulang keadaan pasien, perawat, lingkungan yang belum teratasi
Ishoma

13.00
Mempersiapkan dan merencanakan kegiatan asuhan keperawatan untuk sore, malam dan esok hari sesuai tingkat ketergantungan pasien
Mengobservasi post conference

14.00
Operan

Tabel I.2. Rencana Harian Ketua Tim
Waktu
Kegiatan
Keterangan
07.00
Operan
Pre conference (jika jumlah anggota tim lebih dari 1 orang)
Membimbing makan dan memberi obat pasien

08.00
Pasien 1…………………………(tindakan)
Pasien 2…………………………(tindakan)
Pasien 3…………………………..(tindakan)

09.00
Supervisi perawat (dapat diatur sesuai kondisi dan kebutuhan)
Perawat 1.......................................(nama)
…………………………………..(tindakan)
Perawat 2.......................................(nama)
.......................................................(tindakan)

10.00
Memimpin Terapi Aktivitas Kelompok

11.00
Pasien 1…………………………(tindakan)
Pasien 2…………………………(tindakan)
Pasin 3…………………………..(tindakan)

12.00
Membimbing makan dan memberi obat pasien
Ishoma

13.00
Post conference dan menulis dokumentasi 
Memeriksa kelengkapan dokumentasi askep
Alokasi pasien sesuai dengan perawat yang dinas

14.00
Operan

Tabel I.3. Rencana Harian Perawat Pelaksana
Waktu
Kegiatan
Ket
07.00
14.00
21.00
Operan
Pre conference (jika 1 tim lebih dari 1 orang)
Membimbing makan dan memberikan obat (dinas pagi)

08.00
15.00
22.00
Pasien 1……………………………(tindakan)
Pasien 2……………………………(tindakan)
Pasien 3……………………………(tindakan)

09.00
16.00
23.00
Pasien 4……………………………(tindakan)
Pasien 5……………………………(tindakan)
Pasien 6……………………………(tindakan)

10.00
17.00
24.00
Pasien 1……………………………(tindakan)
Pasien 2……………………………(tindakan)
Pasien 3……………………………(tindakan)

11.00
18.00
05.00
Pasien 4……………………………(tindakan)
Pasien 5……………………………(tindakan)
Pasien 6……………………………(tindakan)

12.00
19.00

Membimbing makan dan memberi obat pasien
Istirahat

13.00
20.00
06.00
Post Conference (jika tim lebih dari satu orang) dan dokumentasi askep

14.00
21.00
07.00
Operan


Tabel I.4. Dokumentasi Pembuatan Rencana Harian (RH) Perawat

No

Nama Perawat
Bulan :
1
2
3
4
5
6
7



30
Jml
%
1
Ali
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
9
100
2
Adi
-
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
9
90
3
Ani
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
9
100
4
Ami
0
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
8
100
5
Aki
-
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
9
90
6
Bona
0
Ö
Ö
Ö
-
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
8
88,9
7
Buni
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
9
100
8
Buri
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
Ö
Ö
0
Ö
Ö
9
100

  1. Rencana bulanan
Tabel I.5. Rencana Bulanan Kepala Ruangan

 

RENCANA KEGIATAN BULANAN KEPALA RUANGAN MPKP

Bulan  : ______________________

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu
1
Rapat Rgn
LapBul

2
Supervisi
Katim
3
Audit dok
4
Supervisi PA
5
Audit dok
6
Penkes Klp Klg
7
8
Rapat koord

9
Supervisi
Katim


10
Audit dok
11
Supervisi PA
12
Audit dok
13
Case Conf
14
15


16
Supervisi Katim

17
Audit dok
18
Supervisi PA
19
Audit dok
20
Penkes Klp Klg
21
22
Menyusun jadwal Dinas

23
Supervisi Katim



24
Audit dok
25
Supervisi PA
26
Audit dok
27
Case Conf
28
29
Rapat Koord

30
Supervisi Katim


31
Audit dok




Mengetahui
Kepala Ruangan



( ……………………..)
Tabel I.6. Rencana Bulanan Ketua Tim
 RENCANA KEGIATAN BULANAN KETUA TIM MPKP
Bulan  : ______________________
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Minggu
1
Rapat Ruangan
2
Supervisi PA
3
Supervisi PA
4
Supervisi PA
5
Supervisi PA
6
Case Conf
Penkes Klg
7
8
Alokasi pasien

9
Supervisi PA
10
Supervisi PA
11
Supervisi PA
12
Supervisi PA
13
Case Conf
Penkes Klg
14
15
Alokasi pasien

16
Supervisi PA
17
Supervisi PA
18
Supervisi PA
19
Supervisi PA
20
Case Conf
Penkes Klg
21
22
Menyusun jadwal dinas Tim
23
Supervisi PA
24
Supervisi PA
25
Supervisi PA
26
Supervisi PA
27
Case Conf
Penkes Klg
28
29
Menyusun Laporan Tim
30
Koordinasi dg Katim menyusun Lap Bln
31
Menyusun Laporan Bulanan




Ketua Tim                                                                                          Kepala Ruangan

( ……………………..)                                                                        ( ………………………)
  1. Rencana tahunan


Setelah mengikuti pelatihan MPKP diharapkan perawat mampu:
1.      Merumuskan visi ruang MPKP
2.      Merumuskan misi ruang MPKP
3.      Merumuskan filosofi ruang MPKP
4.      Memahami kebijakan ruang MPKP
5.      Menyusun perencanaan jangka pendek yang meliputi rencana harian, bulanan dan tahunan


Visi adalah pernyataan singkat yang menyatakan mengapa organisasi itu dibentuk serta tujuan organisasi tersebut. Visi perlu dirumuskan sebagai landasan perencanaan organisasi.
Contoh visi di Ruang MPKP RSMM Bogor adalah “Mengoptimalkan kemampuan hidup klien gangguan jiwa sesuai dengan kemampuannya dengan melibatkan keluarga.


Misi adalah pernyataan yang menjelaskan tujuan organisasi dalam mencapai visi yang telah ditetapkan.
Contoh  misi di Ruang MPKP di RSMM Bogor adalah “Memberikan pelayanan prima secara holistik meliputi bio, psiko, sosio dan spiritual dengan pendekatan keilmuan keperawatan kesehatan jiwa yang professional.”


Filosofi adalah seperangkat nilai-nilai yang mengakar dan menjadi rujukan semua kegiatan dalam organisasi dan menjadi landasan dan arahan seluruh perencanaan jangka panjang. Nilai-nilai dalam filosofi dapat lebih dari satu.

Beberapa contoh pernyataan filosofi :
Individu memiliki harkat dan martabat
Individu mempunyai tujuan tumbuh dan berkembang
Setiap individu memiliki potensi berubah
Setiap orang berfungsi holistik (berinteraksi dan bereaksi terhadap lingkungan)


Kebijakan adalah pernyataan yang menjadi acuan organisasi dalam pengambilan keputusan.

Contoh kebijakan di ruang MPKP RSMM Bogor:
“Kepala Ruangan MPKP dipilih melalui fit and proper test”



Rencana jangka pendek yang diterapkan di ruang MPKP terdiri dari rencana harian, bulanan dan tahunan.
1.       Rencana harian
Rencana harian adalah  kegiatan yang akan dilaksanakan oleh perawat sesuai dengan perannya masing-masing, yang dibuat pada setiap shift. Isi kegiatan disesuaikan dengan peran dan fungsi perawat. Rencana harian dibuat sebelum operan dilakukan dan dilengkapi pada saat operan dan pre conference.

a.       Rencana harian kepala ruangan
Isi rencana harian Kepala Ruangan meliputi:
·         Asuhan keperawatan,
·         Supervisi Katim dan Perawat pelaksana
·         Supervisi tenaga selain perawat dan kerja sama dengan unit lain yang terkait.
Contoh Rencana Harian Kepala Ruangan dapat dilihat pada Tabel I.1.

Nama               :                                   Ruangan:                     Tanggal:
Jumlah perawat:                                  Jumlah pasien:

b.                              Rencana Harian Ketua Tim
Isi rencana harian ketua tim adalah:
·      Penyelenggaraan asuhan keperawatan pasien pada tim yang menjadi tanggung jawabnya
·      Melakukan supervisi perawat pelaksana
·      Kolaborasi dengan dokter atau tim kesehatan lain.
·      Alokasi pasien sesuai perawat yang dinas
Contoh Rencana Harian Ketua Tim dapat dilihat pada Tabel I.2.










Nama   Perawat:                                  Ruangan:                     Tanggal:
Nama pasien:
1. ________________                                                4. ______________
2. ________________                                                5. ______________
3. ________________                                                6. ______________


c.                              Rencana Harian Perawat Pelaksana
Isi rencana harian perawat pelaksana adalah tindakan keperawatan untuk sejumlah pasien yang dirawat pada shift dinasnya. Rencana harian perawat pelaksana shif sore dan malam agak berbeda jika hanya satu orang dalam satu tim maka perawat tersebut berperan sebagai ketua tim dan perawat pelaksana sehingga tidak ada kegiatan predan post conference.

Contoh Rencana Harian Perawat Pelaksana dapat dilihat pada Tabel I.3.





Nama perawat            :                       Ruangan :                                Tanggal:
Nama pasien               :
1. _____________                              4. ___________________
2. _____________                              5. ___________________
3. _____________                              6. ___________________

d. Penilaian Rencana Harian Perawat
Untuk menilai keberhasilan dari perencanaan harian dilakukan melalui observasi menggunakan instrumen jurnal rencana harian (Tabel I.4).

Setiap Ketua Tim mempunyai instrumen dan mengisinya setiap hari. Pada akhir bulan dapat dihitung presentasi pembuatan rencana harian masing-masing perawat.

Keterangan    (Ö )        Perawat membuat rencana harian
                        ( - )      Perawat tidak membuat rencana harian
                        ( 0 )     Perawat libur
Presentasi RH =            Jumlah RH yg dibuat                      x 100%
                           Jumlah hari dinas pd bulan tersebut

  1. Rencana Bulanan
a.       Rencana bulanan karu
Setiap akhir bulan Kepala Ruangan melakukan evaluasi hasil keempat pilar atau nilai MPKP dan berdasarkan hasil evaluasi tersebut kepala ruangan akan membuat rrencana tindak lanjut dalan rangka peningkatan kualitas hasil. Kegiatan yang mencakup rencana bulanan karu adalah:
·         Membuat jadual dan memimpin case conference
·         Membuat jadual dan memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga
·         Membuat jadual dinas
·         Membuat jadual petugas TAK
·         Membuat jadual dan memimpin rapat bulanan perawat
·         Melakukan jadwal dan memimpin rapat tim kesehatan
·         Membuat jadwal supervisi dan penilaian kinerja ketua tim dan perawat pelaksana
·         Melakukan audit dokumentasi
·         Membuat laporan bulanan
Contoh Rencana Bulanan Kepala Ruangan dapat dilihat pada Tabel I.5.

b.      Rencana bulanan ketua tim
Setiap akhir bulan ketua tim melakukan evaluasi tentang keberhasilan kegiatan yang dilakukan ditimnya. Kegiatan-egiatan yang mencakup rencana bulanan katim adalah:
·         Mempresentasikan kasus dalam case conference
·         Memimpin pendidikan kesehatan kelompok keluarga
·         Melakukan supervisi perawat pelaksana

3. Rencana Tunan
    Setiap akhir tahun kepala ruangan melakukan evalusi hasil kegiatan dalam satu tahun yang dijadikan sebagai acuan rencana tindak lanjut serta penyusunan rencana tahunan berikutnya. Rencana kegiatan tahunan mencakup:
    ·         Menyusun laporan tahunan yang berisi tentang kinerja MPKP baik proses kegiatan (aktivitas yang sudah dilaksanakan dari 4 pilar praktek professional) serta evaluasi mutu pelayanan
    ·         Melaksanakan rotasi tim untuk penyegaran anggota masing-masing tim.
    ·         Penyegaran terkait dengan materi MPKP khusus kegiatan yang masih rendah pencapaiannya. Ini bertujuan mempertahankan kinerja yang telah dicapai MPKP bahkan meningkatkannnya di masa mendatang
    ·         Pengembangan SDM dalam bentuk rekomendasi peningkatan jenjang karir perawat (pelaksana menjadi katim, katim menjadi karu), rekomendasi untuk melanjutkan  pendidikan formal, membuat jadual untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...