Selamat Datang dan Semoga Bermanfaat STIKES Sarana Sistem Informasi Kesehatan
Custom Search

Jumat, 20 April 2012

Venti Atiqoh
 

KOMUNIKASI ORGANISASI

Organisasi adalah kesatuan (entity) social yang  dikoordinasikan secara sadar  dengan sebuah  batasan  yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan ( Robbin, S, 1994).
Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Dalam mencapai fungsi maupun tujuan dari organisasi tersebut maka dibutuhkanlah komunikasi dalam organisasi tersebut. Komunikasi itu sendiri adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan melalui media tertentu. Manfaat komunikasi ini sangat penting dalam suatu organisasi. Apabila dalam suatu organisasi kurang dalam hal komuniksi antar anggotanya maka dimungkinkaan organisasi tersebut akan memiliki hambatan dalam mencapai tujuannya. Dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa komunikasi merupakan bagian vital dalam organisasi dalam meningkatkan mutu organisasi maupun dalam hal mencapai keberhasilan.
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Unit yang paling mendasar dai komunikasi organisasi itu sendiri adalah seseorang dalam suatu jabatan.


Gambaran Sistem Komunikasi Organisasi

            Dalam suatu organisasi memiliki bermacam-macam unit. Antara unit satu dan lainnya saling berhubungan dengan cara komunikasi. Dalam suatu system komunikasi tersebut hubungan itu disebut hubungan antar orang-orang. Dalam suatu system komunikasi organisasi tersebut adalah hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan.
Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.

PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI
1.      KOMUNIKASI INTERNAL
Dua dimensi komunikasi internal :
a.      Komunikasi Vertikal
Komunikasi Vertikal àdari atas ke bawah (downward) bawah ke atas (upward
Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari  staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication].
-          " Downward Communication ! komunikasi atas ke bawah. Contoh pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah, pengumuman, rapat, majalah intern, surat pengantar, surat tugas.[lihat contoh skema]
-          " Upward communication ! dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada pimpinan
b.      Komunikasi Horisontal  
Komunikasi Horizontal àkiri ke kanan atau kanan ke kiri
Komunikasi mendatar, antara anggota staf dengan anggota staf. Berlangsung tidak formal, lain dengan komunikasi vertikal yang formal. Komunikasi terjadi tidak dalam suasana kerja ! Employee relation dan sering timbul rumours, grapevine, gossip
c.       Komunikasi Diagonal [Cross Communication]
Komunikasi Diagonal àkomunikasi silang
Komunikasi antara pimpinan seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain.
2.      KOMUNIKASI EKSTERNAL
·         " Komunikasi dari organisasi kepada khalayak ! bersifat informatif
Majalah, Press release/ media release, Artikel surat kabar atau
majalah, Pidato, Brosur, Poster, Konferensi pers, dll
·         " Komunikasi dari khalayak kepada organisasi
·         Komunikasi Kolaboratif dalam Organisasi Bisnis
To meet the challenge in the workplace today requires.
·         Setiap staf pada bagian manapun seharusnya :
ú  # Relationship Oriented ! Networking ! sinergi
ú  # Service Focused ! berpikir pada pelayanan
ú  # Customer Commited ! mempunyai komitmen pd pelanggan
ú  # Facilitative [media saluran/pendukung]
ú  # Forward Thinking ! berpikir kedepan
ú  # Value Added [nilai tambah ! selalu berusaha mengupdate kemampuan komunikasi]
ú  # Team Driven [serba tim] and leaders [mampu tampil sebagai pemimpin]
CONTOH KOMUNIKASI ORGANISASI
·         " Komunikasi dari organisasi kepada khalayak ! bersifat informatif (Poster dan majalah)
                       
·         Contoh downward (surat Pengantar)





SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
Muhammadiyah Gombong                      
Jl. YosSudarso No. 461 Gombong, Kebumen 54412, Telp/Fax (0287) 472433,473750
Website: stikesmuhgombong.ac.id. E-Mail :stikesmuhgombong@yahoo.com


Nomor      : 235.1/IV.3.AU/A/2012                                                         31 Maret 2012
Lmp         : -
Hal           : Surat Pengantar

                 Kepada Yth.
Ketua Panitia Training Menulis Sehari IMM
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Di Tempat
                
     Assalamualaikum . Wb. Wr
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya-Nya kepada kita. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada uswah kita Rosulullah SAW. Aamiin.
Sehubungan dengan dilaksanakannya acara pelatihan training menulis sehari bersama IMM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan ini kami sampaikan nama-nama mahasiwa yang mewakili STIKES Muhammadiyah Gombong:
No
Nama
Kelas
Prodi
NIM
1.               
Venti Atiqoh
2A
DIII Keperawatan
A01001325
2.               
Destalia Infantri
2A
DIII Keperawatan
A01001309
3.               
Wahyu Setyo Aprilianingsih
2A
DIII Keperawatan
A01001308
4.               
Eva Nirwana
2B
DIII Keperawatan
A01001366
5.               
Putri Balkis
2B
DIII Keperawatan
A01001365
6.               
Rian Yulianingsih
2C
DIII Keperawatan
A01001416
7.               
Umiati
2C
DIII Keperawatan
A01001482
8.               
Dedi Kurniawan
1A
DIII Keperawatan
A01101513
9.               
Sri Suharti
1A
DIII Keperawatan
A01101482
10.           
Nur Khayati
1A
DIII Keperawatan
A01101494
11.           
Daud Fajar Muttaqin
1A
DIII Keperawatan
A01101528
12.           
Nuzula Syifaul Khujun
1B
DIII Keperawatan
A01101553

                Demikian surat pengantar ini kami sampaian atas kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.
            Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
a.n Ketua                    
Pembantu Ketua I Bidang Akademik

M. Madkan Anis. S.Kep Ns    
NIK 01123                 



komunikasi organisasi


RESUME KOMUNIKASI ORGANISASI
Sistem saluran komunikasi organisasi formal :
*      Unit Komunikasi :
·        Entitas berkelanjutan yangmampu berada dalam dua keadaan atau lebih.
·        Keadaan dimana hubungan antara orang-orang.
·        Dalam jabatan (posisi).
·        Seseorang dalam jabatan → unit mendasar dalam komunikasi  organisasi.

*      Proses komunikasi organisasi :
·        Komunikasi internal :
ü      Vertikal : pimpinan ke staff atau sebaliknya. Downward (dari pimpinan ke staff) ex : pimpinan memberikan perintah/informasi/penjelasan dan lain2.Upward (dari staff ke pimpinan ).ex: laporan,saran kritik,dan lain2
ü      Horizontal : mendatar antar anggota staff. Berlangsung tidak formal bisa menimbulkan rumor/gossip.
ü      Diagonal : biasa disebut cross comuniccation . komunikasi antara pimpinan seksi/kepala bagian dll.
·        Komunikasi Eksternal :
Komunikasi yang berlangsung dari  organisasi kepada khalayak umum,bersifat informatif. Menggunakan perantara seperti : majalah, media, surat  kabar, brosur, konferensi pers, poster, dll.
Setiap staff , seharusnya :
-          Relation ship oriented           Networking : Sinergi, semangat kerja.
-          Servise Forushed         Berfikir pada pelayanan.
-          Costumer commited          Komitmen pada pelanggan.
-          Forward Thinking         Berfikir kedepan.
-          Update Ilmu
-          Team Driven (Serba Team).
-          Fasilitatif (Sebagai Saluran/ pendukung).
-          Leader (mampu tampil sebagai pemimpin).
-          Faktor efektif komunikasi :
a.      Saluran komunikasi formal : Komunikasi efektif sulit dicapai dalam organisasi yang besar dan cabang-cabangnya menyebar.
b.      Struktur Organisasi : Perbedaan kekuasaan dan kedudukan.
c.       Spesialisasi jabatan : tujuan, waktu, gaya yang sama. Kelompok yang berbeda cenderung terhambat dalam nproses komunikas yang efektif.
d.      Pemilikan informasi : Kepala bidang keperawatan , kepala tata usaha, dll.

Kamis, 19 April 2012

komunikasi organisasi dwi restu nugraheni 2A


KOMUNIKASI ORGANISASI

A.    DEFINISI FUNGSIONAL KOMNIKASI ORGANISASI
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu.
Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Komunikasi organisasi pada umumnya membahas tentang struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta budayaorganisasi.Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi arus komunikasi vertikal dan horisontal.
           James A.F. Stoner & Charles Wankel (1989) komunikasi ialah satu cara manusia berhubungan   yang melibatkan pengertian atau maksud, dengan syarat mereka perlu setuju dengan definisi istilah-istilah yang digunakan berdasarkan sesuatu yang simbolik seperti isyarat, huruf, nomor, dan perkataan yang melambangkan atau menyerupai ide-ide yang dapat menyampaikan maksud.
Unit Komunikasi
§  Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu berada dalam dua keadaan atau lebih” .
§  Dalam suatu sistem komunikasi, keadaan itu adalah hubungan antara orang-orang.
§  Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu berada dalam dua keadaan atau lebih” .
  • Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan keadaan orang tsb.

PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI
§  Komunikasi Internal
Empat Dimensi Komunikasi organisasi
1. Downward communication Yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah: a) Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction) b) Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale) c) Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices) d) Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
Ada 4 metode dalam penyampaian informasi kepada para pegawai menurut Level (1972): 1. Metode tulisan 2. Metode lisan 3. Metode tulisan diikuti lisan 4. Metode lisan diikuti tulisan
2. Upward communication Yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah: a) Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan b) Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan c) Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan d) Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.

3. Horizontal communication Yaitu komunikasi yang berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah: a) Memperbaiki koordinasi tugas b) Upaya pemecahan masalah c) Saling berbagi informasi d) Upaya pemecahan konflik e) Membina hubungan melalui kegiatan bersama

4. Interline communication Yaitu tindak komunikasi untuk berbagi informasi melewati batas-batas fungsional. Spesialis staf biasanya paling aktif dalam komunikasi lintas-saluran ini karena biasanya tanggung jawab mereka berhubungan dengan jabatan fungsional. Karena terdapat banyak komunikasi lintas-saluran yang dilakukan spesialis staf dan orang-orang lainnya yang perlu berhubungan dalam rantai-rantai perintah lain, diperlukan kebijakan organisasi untuk membimbing komunikasi lintas-saluran.

§  Komunikasi Eksternal

Efektivitas komunikasi dlm organisasi dipengaruhi olehbbrp faktor :
1.      Saluran komunikasi formal
2.      Struktur organisasi
3.      Spesialisasi jabatan
4.      Pemilikan informasi

1.      Saluran komunikasi formal (SKF)
SKF mempengaruhi efektifitas komunikasi dg 2 cara :
§  Liputan sal. Formal makin melebar sesuai dg tumbang organisasi
ex. Komunikasi  efektif sulit dicapai dlm organisasi yg besar dan cabang2nya menyebar

2.      Struktur wewenang organisasi
Perbedaan kekuasaan dan kedudukan (status) dlm organisasi akan menentukan pihak2 yang berkomunikasi dg seseorang serta isi & ketepatan komunikasi
3.      Spesialisasi jabatan
Para anggota suatu kelompok kerja yang sama akan cenderung berkomunikasi dg istilah, tujuan, waktu dan gaya yang sama
Komunikasi antar kelompok yang berbeda cenderung terhambat
4.      Pemilikan informasi
Individu yang mempunyai informasi khusus dan pengetahuan ttg pekerjaan mereka
Ex. Kepala bidang perawatan, kepala tata usaha

Komunikasi dlm tim
U/ mendorong tjdnya komunikasi, pemimpin tim harus memperhatikan prinsip2 berikut :
§  Seluruh anggota tim harus bebas mengemukakan dan menjelaskan pandangan2 mereka dan harus disorong bertindak spt itu
§  Pesan baik lisan/tertulis harus jelas, bahasa mudah dimengerti
§  Komunikasi dpt berjalan bila antara komunikator dan komunikan terjadi hub yg baik
§  Perbedaan pendapat harus diarahkan pada hal yg konstruktif 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...